Jawa Timur Jadi Tuan Rumah Konferensi Populasi dan Kesehatan Tingkat Internasional

Petrus - 3 July 2018
Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama tim BKKBN Jatim di ruang Kerja Gubernur Jawa Timur (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Provinsi Jawa Timur mendukung penyelenggaraan konferensi dua tahunan tentang populasi dan kesehatan tingkat internasional, atau South-East Asia Bienniall Conference on Population and Health, yang akan digelar pada 7-9 November 2018, di Kota Batu, Jawa Timur.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, konferensi tentang populasi dan kesehatan tingkat internasional ini sejalan dengan program Pemprov Jawa Timur, untuk menangani populasi penduduk dan pemberdayaan usaha ekonomi produktif pada Keluarga Berencana (KB), terutana bagi kaum perempuan.

“Pada program KB terdapat pasangan usia subur yang keduanya aktif bekerja, sehingga dapat difasilitasi dengan usaha ekonomi produktif yang sangat efektif dalam menekan laju pertumbuhan penduduk (LPP). Hal ini karena wanita yang bekerja akan cenderung lebih mengontrol jarak kelahiran dan jumlah anaknya,” kata Soekarwo, Selasa (3/7/2018).

Soekarwo mengusulkan agar dalam konferensi tersebut juga memamerkan produk kreatif dari UMKM perempuan, dan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk memasukkan produk tersebut dalam digital ekonomi, seperti mempromosikan melalui website dan media sosial.

Soekarwo juga menyarankan disediakannya inkubator bisnis pada konferensi itu, untuk membuat pengemasan produk lebih menarik agar lebih laku ketika diekspor.

“Jadi ada kliniknya, agar peserta atau siapapun yang mau berwirausaha, tinggal mendatangi tim di konferensi tersebut. Tim itu akan mengajarkan bagaimana mengolah produk supaya memiliki nilai tambah, seperi pisang jadi kripik pisang, dan lainnya” usulnya.

Sektor UMKM telah menjadi tulang punggung bagi perekonomian di Jawa Timur. Bahkan dalam lima tahun terakhir, share kinerja Industri pengolahan terhadap nasional semakin meningkat, dari 19,91 persen pada 2013 meningkat menjadi 21,70 persen pada 2017.

Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Yenrizal Makmur mengatakan, South-East Asia Bienniall Conference on Population and Health akan diikuti oleh 16 negara, diantaranya adalah Australia, Amerika, Iran, Brunei Darussalam, Timor Leste, Filipina, Vietnam, Myanmar, Malaysia, Singapura, Kamboja, Thailand, Laos, serta Indonesia selaku tuan rumah.

“Peserta konferensi terdiri dari para peneliti yang berasal dari berbagai kalangan, seperti akademisi, yang diharapkan dapat mengirimkan abstrak penelitian yang terstruktur terkait isu-isu kontemporer tentang kependudukan dan kesehatan di Asia Tenggara” katanya.

Konferensi ini digagas melalui kesepakatan antara Unibraw Malang, University of Portsmouth Inggris, dan BKKBN. Konferensi mengangkat tema mengenai Family Planning, Fertility and Population Dividend, Ageing, Population and Development, National and International Migration, Lifestyle Diseases and Mortality, dan Health System and Health Financing.

Menurut Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Yenrizal Makmur, puncak peringatan Harganas XXV pada 12 Juli 2018 mendatang akan dimeriahkan dengan berbagai acara, diantaranya penyerahan anugerah kencana, penyerahan penghargaan pemenang lomba KB, program kependudukan, dan pembangunan keluarga, pameran produk unggulan kelompok UPPKS, pemberian bantuan, renovasi rumah, pemasangan PDAM gratis, dan bakti sosial.

Konsep peringatan Harganas tahun ini menggunakan empat pendekatan, yakni keluarga berinteraksi, keluarga berkumpul, keluarga peduli dan berbagi, dan keluarga berdaya.

“Jadi peringatan Harganas tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya” imbuhnya.

Pada peringatan tahun ini, lebih ditekankan pada kegiatan yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat dengan memaknai konsep peduli, berbagi, berkumpul, dan berdaya. Salah satunya, ada kegiatan kunjungan ke wilayah Kampung KB.

“Masyarakat di kampong KB masih minim akses pelayanan dan wilayah Kampung KB adalah daerah yang termarginalkan dengan cakupan program pembangunan yang masih rendah. Disitu akan dilaksanakan dialog, renovasi rumah, pemberian bantuan kursi roda, dan sembako. Ini sebagai upaya kepedulian” tandasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.