Jatim Lakukan Pengecekan Kendaraan dan Personil Sebelum Pelaksanaan Angkutan Lebaran

Yovie Wicaksono - 12 June 2017
Gubernur Jawa Timur Soekarwo memimpin upacara Gelar Pasukan Pelaksanaan dan Pengamananan Angkutan Lebaran Terpadu 2017 (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memintah Pasukan Pelaksanaan dan Pengamanan Angkutan Lebaran Provinsi Jatim Tahun 2017, untuk melakukan pengecekan terhadap kendaraan dan personilnya, menjelang pelaksanaan angkutan Lebaran.

Pengecekan pasukan terdiri dari gabungan personil Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur, TNI dan Polri, untuk mengamankan angkutan Lebaran dimulai tanggal 15 Juni-11 Juli 2017 atau H-10 sampai dengan H+5. Selain itu, petugas harus memberikan pelayanan terbaik sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Citra terhadap pemerintah yang melayani terlihat dari kesiapan pasukan, terutama dipengaruhi disiplin checking terhadap kendaraan dan personilnya, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo, saat Upacara Gelar Pasukan Pelaksanaan dan Pengamananan Angkutan Lebaran Terpadu (P3ALT) Provinsi Jawa Timur Tahun 2017/1438 H, di halaman Kantor Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur, Senin (12/6/2017).

Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk pengecekan angkutan lebaran, antara lain semua persyaratan kelaikan jalan, kondisi kendaraan, kondisi pengemudi, serta personil pelayanan. Hal ini berlaku untuk transportasi  laut, udara, maupun darat, termasuk kereta api, sebagai jaminan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat.

“Kepastian layanan yang baik itulah yang ditunggu masyarakat, dan harus dilakukan oleh kita semua,” ujarnya.

Sementara itu terkait, penegakan hukum terhadap pengguna jalan selama masa mudik Lebaran, Soekarwo menegaskan tetap ada penegakan hukum namun dengan lebih humanis. Penegakan hukum tidak perlu dengan kekerasan dan sikap anarkis, namun mengedepankan pendekatan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kepada semuanya, dalam melakukan penegakan hukum, diharapkan menggunakan pendekatan secara humanis, tetapi tetap memberikan kepastian penegakkan hukum,” tegasnya, sambil menjelaskan cara humanislah yang bisa menyelesaikan berbagai pelayanan kepada masyarakat.

Menteri Perhubungan dalam sambutan yang dibacakan Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Wahju Satrio Utomo mengatakan, gelar pasukan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Perhubungan dan pemerintah di daerah untuk mewujudkan terselenggaranya angkutan Lebaran yang selamat, aman, tertib, dan lancar.

“Penyelenggaraan angkutan lebaran merupakan tugas nasional yang diselenggarakan setiap tahun dan memiliki tingkat tantangan yang semakin tinggi. Sehingga membutuhkan kerja keras dari seluruh pihak,” ujar Wahyu Satrio.

Kementerian Perhubungan memperkirakan, jumlah pemudik pada musim lebaran 2017 ini mencapai 19,4 juta orang, atau mengalami peningkatan sebesar 4,85 persen dibanding tahun 2016 yang berjumlah 18,16 juta orang. Sehingga pergerakan penumpang dalam jumlah besar dan waktu bersamaan ini harus diantisipasi, dengan penyediaan sarana angkutan yang handal.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.