Jaringan Masyarakat Sipil Kutuk Tindakan Brutal Terhadap Aktivis Walhi

Yovie Wicaksono - 31 January 2019
Ilustrasi Kebakaran. Foto : (Globalnews)

SR, Jakarta – Jaringan masyarakat sipil mengutuk keras tindakan brutal terhadap Murdani, aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Nusa Tenggara Barat, Senin (28/1/2019) pukul 03.00 WITA. Rumah tinggal Murdani dibakar oleh oknum yang tidak dikenal dan berpotensi membahayakan nyawanya serta keluarga yang ada di dalamnya.

“Kami memandang bahwa peristiwa ini merupakan gambaran nyata belum adanya skema perlindungan bagi pembela HAM, terutama aktivis lingkungan. Kekosongan skema perlindungan ini harus disikapi serius oleh penegak hukum dengan memastikan proses penegakan hukum yang adil untuk korban,” kata Direktur Eksekutif Human Rights Working Group (HRWG), Muhammad Hafiz di Jakarta, Kamis  (31/1/2019).

Bila tidak, lanjut Hafiz, hal ini akan menjadi bagian impunitas negara atas pelanggaran HAM. Apalagi, perundang-undangan diantaranya UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sangat tegas menjamin hak-hak para pembela lingkungan.

“Pengusutan kasus ini merupakan komitmen negara untuk menjalankan Undang-Undang, di tengah proses perumusan Rancangan Permen pelaksanaan Pasal 66 UU LHK, aparat penegak hukum dan semua pemangku kewajiban harus memperhatikan kasus ini secara menyeluruh, mulai dari penindakan terhadap pelaku, pemulihan, dan ganti rugi korban,” kata Hafiz.

Dikatakan, komitmen negara atas lingkungan hidup harus tergambar dalam proses penyelesaian kasus ini. Jika tidak, maka pemerintah dinilai hanya berkomitmen di atas kertas dan tidak serius melindungi lingkungan dan alam dari kerusakan. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.