Jalan Tol Surabaya-Kertosono Resmi Beroperasi untuk Jalur Mudik Lebaran

Petrus - 20 June 2017
Wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf saat meresmikan jalan tol Surabaya-Kertosono (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meresmikan pengoperasian Jalan Tol Surabaya-Kertosono, Senin (19/6/2017). Ruas jalan tol sepanjang 78 kilometer ini merupakan bagian jalur alternatif Jalan Tol Trans Jawa Timur, yang akan digunakan pula untuk jalur alternatif arus mudik Lebaran 2017. Rencananya ruas jalan tol ini akan dapat dilalui kendaraan pribadi, dan beroperasi pada pukul 06.00-17.00 WIB, mulai tanggal 19 Juni hingga 2 Juli 2017.

“Terhitung sejak hari ini, jalan tol yang menghubungkan Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo hingga Kabupaten dan Kota Mojokerto ini, dapat dilalui oleh pemudik dalam rangka Lebaran 2017,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf.

Ruas jalan tol ini tidak hanya berhenti di Mojokerto, namun juga menyambung hingga Kertosono yang melintasi Kabupaten Jombang hingga Kabupaten Nganjuk, tepatnya selepas Sungai Brantas setelah simpang Mengkreng.

Aa empat gerbang tol yang disediakan di pintu masuk Waru, sehingga pemudik dari arah Surabaya dapat mengambil jalur tengah atau Perak.

“Nanti akan ada papan petunjuk mengarah ke jalur tol ini,” lanjutnya.

Wakil Gubernur mengapresiasi difungsikannya jalan tol Surabaya-Kertosono, sebagai jalur alternatif yang bisa mengurai kepadatan lalu lintas kendaraan di jalan. Harapannya jalan tol ini mampu mengurangi kemacetan yang biasa terjadi pada musim arus mudik, seperti di Medaeng, Sepanjang, Kletek, Mojokerto bahkan sampai Mengkreng.

“Kita harapkan dengan adanya jalur alternatif ini kemacetan bisa diatasi. Mudah-mudahan bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalan. Dengan tol ini mudik lebaran jadi membahagiakan,” ujarnya.

Saifullah Yusuf juga menghimbau agar pemudik yang melintasi jalan tol ini tetap waspada dan berhati-hati, dengan menjaga kecepatan kendaraannya tidak melebihi 40 km per jam.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Jasa Marga Surabaya Mojokerto (JSM) Budi Pramono mengungkapkan, pihaknya merasa bersyukur dapat memfungsikan jalan tol ini, walaupun tanah baru bebas terakhir 30 Maret 2017. Selain itu, jalan tol ini baru berfungsi satu jalur, meski sudah tersambung seluruhnya.

,“Alhamdulillah semua sudah tersambung dan bisa digunakan oleh pemudik meski satu jalur dan masih bersifat fungsional,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memprediksi terjadi peningkatan jumlah pemudik pada arus mudik tahun ini berdasarkan jumlah pertumbuhan penumpang pada masing-masing moda angkutan baik jalur darat, kereta api, laut, maupun udara. Yakni terjadi pada H-10 hingga H+15 yang diperkirakan mencapai 11,1 juta orang, atau kenaikan mencapai 3,79 persen.

Saifullah Yusuf mengatakan, angkutan jalan mengalami pertumbuhan 2 persen atau sekitar 5.916.715 orang, angkutan kereta api tumbuh 5,5 persen atau sekitar 1.249.462 orang. Angkutan penyeberangan juga tumbuh sebanyak 4 persen atau 1.912.365 orang, angkutan laut tumbuh 3,4 persen atau 199.897 orang. Sedangkan yang meningkat cukup tajam yakni angkutan udara tumbuh 8,74 persen atau 1.858.265 orang.

“Ini artinya makin banyak pemudik yang naik pesawat terbang untuk bepergian selama arus mudik,” katanya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.