ITS Gelar Simposium Nasional Pengembangan Kendaraan Listrik

Petrus - 25 March 2018
Simposium nasional pengembangan kendaraan listrik di ITS (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Fakultas Teknologi Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar National Symposium 2018, di Gedung Robotika ITS, Minggu (25/3/2018). Rangkaian acara Event of Electrical Faculty (EVOLTY) ini diikuti sekitar 400 peserta dari seluruh Indonesia, dan menghadirkan tiga nara sumber yaitu Dr Muhammad Nur Yuniarto ST, Ricky Elson, dan Prof Dr (HC) Dahlan Iskan, yang ketiganya merupakan pelopor pengembangan kendaraan motor listrik tanah air.

Dr Muhammad Nur Yuniarto ST, selaku Ketua Mobil Listrik Nasional ITS mengungkapkan, penggunaan kendaraan dengan bahan bakar fosil memiliki banyak dampak negatif, seperti krisis bahan bakar, polusi udara, dan pemanasan global.

“Solusi dari permasalahan tersebut sebenarnya sudah kita ketahui, yaitu dengan penggantian sumber tenaga fosil menjadi tenaga listrik,” kata Nur Yuniarto, yang merupakan dosen Departemen Teknik Mesin ITS.

Perancang Mobil Listrik Selo, Ricky Elson, menuturkan, untuk menangani persoalan yang disebabkan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil, kendaraan listrik merupakan alternatif pengganti yang tepat. Pengembangan dan penelitian terkait kendaraan listrik perlu ditingkatkan, beserta komponen penunjangnya.

“Pengembangan kendaraan listrik tidak semata-mata fokus pada pembuatan mobil listrik, banyak yang lainnya seperti pengembangan baterai, mesin, dan masih banyak lagi,” ujar Ricky.

Sementara itu, mantan Menteri BUMN 2011-2014 Dahlan Iskan mengatakan, pengembangan kendaraan listrik selama lima tahun terakhir memiliki kendala yang sama, yaitu strategi yang kurang matang. Menurut Dahlan Iskan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk bersaing dalam pasar dunia terkait pengembangan kendaraan listrik.

“Potensi yang sudah kita miliki ini harus didukung dengan strategi yang matang,” kata Dahlan Iskan.

Selama ini, pasar Indonesia sudah dikuasai asing dalam hal kendaraan berbahan bakar fosil, sehingga diharapkan pengembangan kendaraan listrik tanah air mampu menyaingi produk-produk dari luar negeri.

“Jangan sampai kita jatuh pada lubang yang sama, dalam pengembangan kendaraan listrik ini,” tandas Dahlan Iskan.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.