ITS Gandeng Forum CSR Jatim, Kembangkan Energi Terbarukan

Petrus - 30 April 2018
Solar Panel di Ubaya Training Center, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, sebagai salah satu contoh pemanfaatan energi terbarukan untuk listrik penerangan (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Pusat Studi Energi LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Timur, berencana akan mengembangkan energi terbarukan yang ada di Indonesia.

Dalam diskusi yang digelar di Gedung Rektoran ITS, beberapa hari lalu, disebutkan bahwa total cadangan energi terbarukan di Jawa Timur dalam hal tenaga listrik diperkirakan sekitar 800.000 megawatt (MW), sehingga perlu pengembangan yang dapat menopang ketersediaannya.

Potensi energi terbarukan di Jawa Timur terdiri atas energi air, biogas, biomasa, surya, gelombang, dan panas bumi yang kini semakin ditingkatkan. Ketua Forum CSR Jawa Timur, Jogi Hartomo mengatakan, Forum CSR berperan sebagai wadah perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Seperti yang dilakukan International Power Mitsui Operation and Maintenance Indonesia (IPMOMI) Paiton, yang membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di SMA Negeri 8 Malang.

“Itu contoh konkret peran CSR untuk pengembangan energi terbarukan,” ujarnya.

Menurut Jogi, Forum CSR telah meminta data terkait peta kebutuhan energi listrik di Jawa Timur, dan ITS dinilai memiliki peluang besar untuk ikut bekerjasama dalam pengembangan energi terbarukan itu.

“Harapannya, ITS dapat menjadi penggagas untuk mengenalkan teknologi ini kepada masyarakat,” kata dia.

Kepala Seksi Perencanaan Program Aneka Energi Baru Terbarukan (EBT) Kementerian ESDM, Ezrom MD Tapparan mengatakan, pemerintah sangat mendukung upaya yang dilakukan Forum CSR Jawa Timur, karena hasil positif yang dihasilkan sudah dapat menjadi landasan kerjasama antara pemerintah dengan Forum CSR, khususnya dalam hal pengembangan energi.

“Saya harap ke depan sinergi antara pemerintah dan Forum CSR ini semakin baik, karena bagaimana pun pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kami juga membutuhkan bantuan dari badan usaha yang ada,” kata Ezrom.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.