ITS Bantu KNKT Buat Alat Pemantau dan Identifikasi Rel KA

Petrus - 23 September 2018

SR, Surabaya –  Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menyampaikan data investigasi kecelakaan perkeretaapian beberapa tahun terakhir, yang menduga anjloknya kereta api dari perlintasan rel kereta api merupakan penyebab terbesar kecelakan kereta api.

Hal ini mengilhami Virbyansah Achmadan Nurrohman, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menciptakan alat pemantau dan identifikasi kerusakan rel kereta api. Virbyansah Achmadan Nurrohman mengatakan, pengecekan kelayaka rel kereta api adalah sesuatu yang sangat penting.

“Jumlah kereta ukur yang digunakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memeriksa kelayakan rel tidak seimbang dengan panjang rel yang diperiksa, imbasnya pemeriksaan rel hanya dapat dilakukan enam bulan sekali,” kata Virbyansah Achmadan Nurrohman, Minggu (23/9/2018), di Kampus ITS.

Virbyansah menerangkan, dari hasil studi dan penelitiannya, kondisi rel kereta api dapat diperiksa melalui getaran yang dihasilkan oleh kereta saat melintasi rel. Maka dibuatlah sebuah alat yang dapat mengintegrasikan sensor akselerometer, sebagai pembaca getaran kereta api ketika melintas di atas rel.

Pada proses kerjanya, sensor akselerometer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensor akselerometer digital ADXL345, yang mampu mengukur getaran vertikal, horizontal dan lateral.

“Dari ketiga getaran ini akan diolah untuk mengidentifikasi kondisi rel kereta yang dilewati,” ujar mahasiswa Depatemen Teknik Komputer ini.

Ia menambahkan, alat ini juga dilengkapi Global Positioning System (GPS) yang digunakan untuk mengetahui lokasi, waktu, dan kecepatan dari kereta yang diukur.

“Sensor akselerometer dan GPS yang digunakan pada alat ini dijalankan menggunakan Single Board Computer (SBC) model Raspberry Pi, sehingga dapat memvisualisasikan data seperti halnya pada komputer personal,” imbuhnya.

Dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT), data yang telah diperoleh akan langsung dikirimkan melalui internet ke database.

“Sehingga data yang diperoleh langsung dapat diamati oleh petugas perawatan rel secara real time,” ujarnya.

Bekerja sama dengan PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8, ia telah melakukan uji coba terhadap alat rancangannya untuk memeriksa kelayakan rel kereta api jalur Surabaya-Malang dan sebaliknya.

“Data hasil percobaan tersebut diharapkan dapat menjadi peringatan bagi petugas perawatan rel kereta api terhadap kerusakan rel, dan masinis kereta berikutnya terhadap batas kecepatan maksimal kereta api yang dijalankannya,” tambahnya.

Menurutnya, sistem ini sangat diperlukan sebagai penunjang pelayanan transportasi umum, khususnya dalam perkeretaapian yang semakin banyak diminati masyarakat.

“Dengan pemantauan kondisi rel kereta yang cepat dan akurat, layanan terhadap penumpang dapat ditingkatkan,” tandasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.