Inilah Candi Tertua di Jawa Timur

Yovie Wicaksono - 17 July 2018
Candi Badut di Kabupaten Malang Merupakan Candi Tertua di Jawa Timur. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Malang – Candi Badut merupakan candi tertua di Jawa Timur. Candi yang terletak di Dusun Badut, Desa Karang Widoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang adalah bekas peninggalan kerajaan Kanjuruhan di era kepemimpinan raja Gajayana.

Dalam prasasti Dinoyo disebutkan candi ini berdiri  sejak tahun 682 Saka atau 760 Masehi. Disebutkan juga, dahulu ada seorang raja yang bijaksana bernama Dewa Singha, yang memiliki putra bernama Liswa yang dalam Bahasa sansekerta berarti anak tukang tari atau comedian, sedangkan di Jawa lebih dikenal dengan Badut, setelah menggantikan ayahnya menjadi raja, ia bergelar Gajayana.

Pada baris ke empat prasasti Dinoyo dijelaskan raja Gajayana membuat bangunan suci yang sangat indah untuk Agastya dengan maksud untuk membinasakan penyakit malas perang pada masa itu, dan bangunan itu ialah Candi Badut.

“Penamaan Candi Badut sendiri memiliki tiga versi, yang pertama ialah diambil dari nama kecil Raja Gajayana yaitu Liswa yang berartikan Badut, lalu versi kedua  karena candi ini berada di Desa Badut, dan yang ketiga, sejarah desa ini sendiri yang dulunya banyak ditemui pohon badut.” Ujar Minarif (41), yang sudah menjadi juru pelihara Candi Badut sejak tahun 1997 kepada Super Radio, Selasa (16/7/2018).

Candi bercorak Hindu ini memiliki 6 relung. Pada relung utama yang sekaligus menjadi pintu masuk candi terdapat Arca Lingga dan Yoni. Relung sisi kiri badan candi terdapat Arca Dewi Durga.

Dipangkal tangga terdapat naga dan di atas relung candi selalu terdapat Muka Kala sebagai penangkal roh-roh jahat, namun Muka Kala di Candi Badut berbeda dengan Muka Kala di candi lainnya, karena tidak mempunyai rahang bawah.

Selain Muka Kala yang tidak mempunyai rahang bawah, bentuk Candi Badut ini  lebih gemuk dari candi lainnya yang kebanyakan lebih ramping. Kedua hal inilah yang menjadi ciri dari Candi Badut.

Sampai saat ini Candi Badut  digunakan sebagai tempat pemujaan umat Hindu, yang dimana setiap satu tahun sekali tepatnya  satu hari setelah nyepi akan diadakan ritual Ngembak Geni.

Pemandangan Candi Badut dari Sisi Kanan. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

Luas keseluruhan area Candi Badut adalah 51 meter x 51 meter, sedangkan untuk luas bangunan candi  adalah 14 meter x 14 meter, dengan tinggi 8 meter yang seharusnya mencapai 15 meter, karena atap candi yang rusak.

Candi Badut menghadap ke arah barat. Sebenarnya, di sisi kanan dan kiri  terdapat dua candi pengiring, namun saat ini kondisinya di sisi kiri candi  hanya tersisa seperti bentuk kubangan kolam. Sedangkan sisi kanan sudah ditutup menjadi taman karena sudah rusak.

Bekas reruntuhan Candi Badut maupun dua candi pengiring  sendiri tersusun rapi di halaman candi.

Saat pertama kali ditemukan pada tahun 1921 oleh Maureen Brecher seorang kontrolir bangsa Belanda pada masa pemerintahan Belanda, bentuknya hanya sebatas gundukan kaki candi.  Kemudian pada tahun 1923 – 1925 dilakukan pemugaran untuk pertama kalinya, dan di tahun 1990 – 1993 dilakukan pemugaran yang kedua oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Candi Badut buka setiap hari mulai dari jam 07.30 – 16.00 WIB. Dalam satu bulan jika dirata – rata jumlah pengunjung mencapai hingga 750 orang. (fos/red)

.

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.