Inflasi Banyuwangi Masih Tergolong Rendah

Petrus - 22 August 2017
Kepala BI Jember, Acmad Bunyamin (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Inflasi di Kabupaten Banyuwangi tergolong rendah dan terkendali, dibandingkan dengan inflasi diProvinsi Jawa Timur dan Nasional. Hal itu disampaikan Kepala BI Jember, Acmad Bunyamin, saat berkunjung di Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, Senin (21/8/2017)

“Inflasi Banyuwangi diangka 2,68 lebih rendah daripada Jatim yakni 4,02 dan Nasional sekitar 3,88. Capaian itu masih tergolong rendah dan terkendali,” kata Achmad Bunyamin.

Sementara pertumbuhan ekonomi Banyuwangi sekitar 5,3 yang termasuk dalam kategori melambat dibandingkan sebelumnya.

“Tapi hal tersebut adalah capaian yang bagus,” tuturnya.

Dari segi perbankan, loan to deposits ratio (LDR)-nya melebihi 100 persen, sehingga penyerapan kredit di Banyuwangi sekitar 108 persen hingga pertengahan 2017.

“Secara umum, perekonomian Banyuwangi masih tumbuh dengan bagus,” ujarnya.

Bunyamin menambahkan, saat ini Banyuwangi juga didukung dengan pengembangan e-commerce yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat menggunakan teknologi berbasis IT.

“Masyarakat juga bisa berdagang tanpa harus tatap muka, dan Banyuwangi dalam hal itu dinilai lebih advan daripada kota besar lain seperti Bandung dan Jakarta,” lanjutnya.

Bunyamin mencontohkan, Banyuwangi Mall masih perlu dikembangkan lagi dan dikenalkan kepada vendor-vendor besar, karena Banyuwangi Mall pasarnya masih dalam taraf lokal daerah. Selain itu Pemkab Banyuwangi juga melakukan pendekatan mulai dari desa, atau memanfaatkan smart kampung yang dinilai penting dalam pengembangan ekonomi dari pedesaan.

“Perluasan dan melewati tapal batas harus diupayakan untuk upaya pengembangan,” pungkasnya.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.