Industri Alutsista Nasional Siap Bersaing

Petrus - 5 January 2017
Menko Perekonomian Darmin Nasution bersama sejumlah Menteri dan Gubernur Jawa Timur mendengarkan penjelasan mengenai fungsi senjata pesawat Di PT Sari Bahari Malang (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengapresiasi perusahaan dalam negeri yang telah mampu memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk pertahanan negara.

Hal ini disampaikan di sela-sela kunjungan ke PT Sari Bahari di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (5/1/2017), bersama sejumlah pejabat seperti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) Basuki Hadimoeljono, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Darmin Nasution mengunjungi PT. Sari Bahari dan PT. Dahana, untuk melihat secara langsung produk alutsista yang ditelah diproduksi anak-anak bangsa. Darmin mendukung pengembangan produk alutsista dalam negeri dapat bersaing di pasar alutsista dunia.

“Kemungkinan untuk pasar luar negeri itu ada, jika pangsa pasar mendukung hal itu perlu dibicarakan untuk tindak lanjutnya,” kata Darmin.

Dalam kunjungannya para menteri Kabinet Kerja itu melihat secara langsung produk pertahanan seperti roket dan bahan peledak. Ada juga selongsong bom yang dipakai di pesawat tempur Sukhoi, serta dinamit yang banyak dipakai oleh sejumlah perusahaan pertambangan.

“Ini bagus dan potensinya besar, karena selama ini kan masih ngimpor. Perlu dikembangkan,” jelasnya.

Sari Bahari merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 1993 oleh Ir. Ricky Hendrik Egam. Perusahaan swasta ini telah ditunjuk dan mendapatkan ijin untuk memproduksi alutsista dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. PT. Sari Bahari memproduksi selongsong atau chasing aneka bom, sedangkan isinya atau bomnya diisi oleh PT Dahana.

Saat ini PT. Sari Bahari memproduksi alutsista seperti Bomb P-100 (practice bomb), Bomb P-250 (practice bomb), Bomb P-500 (live bomb), Warhead 70 mm (smoke/live), Missile Target Drone “Petir”, Bomb P-100L (live), Smoke Warhead, Warhead 80 mm (smoke/live), Rocketpod (launcher) 7 tube. PT. Sari Bahari mempunyai workshop seluas 10.000 M2 yang berlokasi di area sekitar Air Base Indonesian Air Force, dengan jumlah karyawan profesional sebanyak 100 orang.(Ptr/Red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.