Indonesia Tetap Lanjutkan Beli Pesawat Sukhoi

Yovie Wicaksono - 19 February 2019
Presiden Joko Widodo Hendak Menaiki Pesawat Sukhoi dan Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-71 kepada TNI Angkatan Udara di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Minggu (9/4/2017). Foto : (Biro Pers Presiden)

SR,Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan pemerintah Indonesia tetap melanjutkan pembelian pesawat sukhoi milik Rusia. Saat ini, pembahasan sudah masuk masalah teknis.

“Sedikit-sedikit (membahas) masalah pembelian sukhoi. Kita tetap lanjutan dengan satu penjadwalan ulang tentang jangka waktunya, tentang sistem pembayarannya yang tadinya cash sekarang kita ajukan adanya imbal dagang sebagian. Ini sudah setuju tinggal masalah teknis saja,” kata Wiranto di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Saat melakukan kunjungan kerja ke Rusia, Wiranto bersama rombongan melakukan annual meeting untuk membahas masalah keamanan. Dikatakan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan rutin yang dilaksanakan kedua negara dan dilakukan satu tahun sekali.

“Ini dilaksanakan tiap tahun, ini yang kelima di Rusia, nanti yang keenam di Indonesia kita sebagai host. Saya kira itu satu annual meeting antara Polhukam dengan pihak Rusia yang diwakili oleh Dewan Keamanan Nasional di sana,” ujar Wiranto.

Dalam Forum Konsultasi Bilateral bersama dengan Dewan Keamanan Federasi Rusia, kedua negara sepakat untuk memperkuat kerjasama kedua negara dalam bidang keamanan, counter terorisme, keamanan siber, serta penanggulangan bencana.

“Saya kemarin ke sana melakukan satu penjajakan hal-hal apa yang secara serius dapat dibicarakan pada saat kita masuk ke konferensi ASEAN, poinnya cukup banyak tapi saya kemarin hanya terbatas masalah security bukan masalah ekonomi, sehingga saya juga lebih banyak berbicara bagaimana kerjasama untuk melawan terorisme, kerjasama bagaimana kita bisa tukar menukar informasi tentang kegiatan terorisme di dunia, lalu juga membicarakan bagaimana menyikapi perkembangan kawasan yang masih dilanda konflik dan sebagainya,” kata Wiranto. (ns/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.