Indonesia Komitmen Kelola Terumbu Karang

Yovie Wicaksono - 6 July 2018
Ilustrasi Pelestarian Terumbu Karang. Foto : (WWF Indonesia)

SR, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada acara serah terima Sekretariat International Coral Reef Initiative (ICRI) menyatakan, Indonesia berkomitmen untuk mengelola terumbu karang berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan rasa senang berkolaborasi dengan Monaco dan Australia sebagai Ketua Bersama untuk menjalankan sekretariat ICRI,” kata Menteri Susi dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta.

Pertemuan ICRI yang digelar di Paris, Rabu (4/7/2018) itu menyerahterimakan sekretariat organisasi global tersebut dari Prancis kepada Monaco, Australia, dan Republik Indonesia.

Menteri Susi mengatakan, Indonesia terus melanjutkan upaya memperkuat kerjasama konservasi dan pengelolaan terumbu karang serta mencegah dampak perubahan iklim dengan membangun ketahanan terumbu karang.

Keterlibatan Indonesia dalam ICRI,  merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam konservasi dan pengelolaan terumbu karang secara berkelanjutan.

“Kami menyadari, terumbu karang adalah warisan bersama untuk semua generasi. Oleh karena itu, kami ingin memastikan pemanfaatan ekosistem terumbu karang untuk perikanan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan manusia dapat dilakukan secara bijak dengan memperhatikan aspek keberlanjutan,” paparnya.

Menteri Susi juga menegaskan, sebagai negara kepulauan yang dua pertiga wilayahnya merupakan lautan, Pemerintah Indonesia menempatkan komitmen tinggi pada isu-isu laut dan pesisir.

Upaya ini telah dilakukan di melalui keikutsertaan Indonesia pada Word Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative on Coral Reefs Fisheries and Food Security (CTI-CFF).

“Pada 2009 lalu, Indonesia merupakan inisiator utama pendirian CTI-CFF yang merupakan bentuk komitmen kami akan pentingnya ekosistem terumbu karang dalam penyediaan sumber daya dan jasa lingkungan di Kawasan Segitiga Karang (Coral Triangle Area),” ucap Susi.

Tahun depan (2019) adalah  satu dekade keanggotaan Indonesia dalam CTI-CFF, dan Indonesia tetap melanjutkan komitmennya dalam mengelola secara berkelanjutan Kawasan Segitiga Karang.

Menurut Menteri Kelautan, Indonesia juga akan memperkuat kerjasama menanggulangi ancaman kepunahan terumbu karang dan akibatnya bagi masyarakat dan lingkungan.

ICRI merupakan kemitraan global informal negara-negara dan organisasi-organisasi yang peduli dan bergerak untuk melestarikan terumbu karang dan ekosistem terkait di seluruh dunia.

ICRI didirikan oleh delapan negara yaitu Australia, Prancis, Jepang, Jamaika, Filipina, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Saat ini, ICRI beranggotakan 38 negara termasuk Indonesia, 7 organisasi internasional dan multilateral, 6 organisasi regional, dan 21 entitas keilmiahan dan lembaga swadaya masyarakat. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.