Indonesia-Jerman Perkuat Kerjasama Bidang Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

Yovie Wicaksono - 8 February 2018
Kerjasama pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia, antara Kemenko Perekonomian RI dengan Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) (Foto : Superradio/Nina Suartika)

SR, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) mempererat kerjasama dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia.

“Pendidikan dan pelatihan vokasi tersebut sesuai dengan standar Jerman,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin, di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Beberapa poin kerjasama yang dilakukan yaitu penguatan keterlibatan perusahaan dan dunia industri dalam mengembangkan pendidikan dan pelatihan vokasi, pendidikan kejuruan sistem ganda sesuai standar Jerman untuk jurusan industri mekanik selama 2,5 tahun, peningkatan kualifikasi guru SMK dan pelatih tempat kerja di perusahaan melalui training of trainers berdasarkan standar Jerman (AdA), dan dukungan program pelatihan vokasi (pemagangan) bagi sekolah-sekolah kejuruan di Indonesia.

Melalui kerjasan ini,  kedua institusi membangun skema yang berkelanjutan untuk memperbanyak porsi pelatihan praktik bagi siswa SMK di perusahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di SMK.

“Ini juga untuk meningkatkan keterlibatan perusahaan-perusahaan Jerman dan Indonesia dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi,” kata Rudy.

Direktur Pelaksana EKONID, Jan Rönnfeld menegaskan pentingnya pendidikan vokasi yang lebih berorientasi kepada praktik di Indonesia.

“Partisipasi aktif dari dunia usaha dan industri sebagai pelaksana praktik untuk pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas siswa dan agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” katanya.

EKONID, dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi didukung oleh Skills Experts Program dari Kementerian Federal untuk Perekonomian dan Energi (BMWi) dan Kemenko Perekonomian, menetapkan 3 (tiga) bidang kerjasama, yakni pendidikan kejuruan sistem ganda menurut standar Jerman untuk berbagai profesi melalui kerja sama dengan SMK (proyek percontohan, jurusan industri mekanik dengan SMKN 26 Jakarta).

Kemudian training of trainers, pelatih tempat kerja menurut standar Jerman (dalam bahasa Jerman: Ausbildung der Ausbilder – AdA) dan mendorong dunia usaha dan industri Jerman maupun Indonesia untuk berpartisipasi dalam program pemagangan dari SMK di Indonesia, dan mengembangkan skema yang lebih baik dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi, Jerman dan Indonesia untuk dunia usaha dan industri di Indonesia.

“Ketiga hal tersebut untuk mewujudkan link and match pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia dengan kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia usaha dan industri,” kata Rönnfeld.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.