Indonesia-Australia Kembali Perkuat Kerjasama Cyber Security

Yovie Wicaksono - 21 September 2017
Menko Polhukam Wiranto bertemu dengan perwakilan Australia untuk peningkatan kerjasama keamanan siber (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Singapura – Pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia kembali memperkuat kerja sama di bidang cyber security. Saat ini, tren ancaman yang ditimbulkan dari penyalahgunaan cyberspace semakin meningkat dan rumit. Hal ini terbukti karena tidak hanya dilakukan oleh negara tetapi juga non-negara seperti hactivist dan teroris.

“Semua negara menyadari bahwa aspek kedaulatan dan keamanan siber adalah prioritas pengelolaan bersama secara internasional, dalam upaya menjaga kepentingan dan keamanan nasionalnya masing-masing. Dunia siber yang tidak memiliki batas dan melibatkan banyak aktor, sehingga kompleksitas permasalahannya bersifat multi-dimensi dan membutuhkan langkah penanganan yang komprehensif,” kata Menko Polhukam Wiranto, Rabu (20/9/2017).

Dikatakan, Indonesia dengan posisi siber nasional sebagai omny direction yang sangat terbuka, perlu mengembangkan strategi keamanan siber yang efektif dan mempunyai daya tangkal tinggi. Hal ini bisa dicapai dengan mengembangkan strategi keamanan siber yang memberi ruang bagi penggunaan secara maksimal sumber daya nasional untuk kepentingan keamanan siber Indonesia yang disusun dalam sistem keamanan siber semesta.

Indonesia yang juga pengguna internet terbesar nomor dua dunia, berperan penting dalam membentuk ketahanan masyarakat Indonesia yang multi-kultur serta menghormati demokrasi dan pluralisme. Namun, peran penting tersebut tergerus dengan penyalahgunaan internet untuk menyebarkan hate speech dan hoax sebagaimana terjadi pada pemilihan presiden dan gubernur yang merupakan serangan terhadap nilai-nilai pluralisme.

“Kolaborasi pemerintah, industri dan akademisi sangat penting dalam membangun sistem keamanan siber nasional. Namun, membangun saling percaya di antara pihak-pihak tersebut membutuhkan komitmen dan investasi waktu yang cukup panjang,” kata Wiranto.

Selain itu, kerja sama bilateral dengan semua negara juga dibutuhkan. Indonesia kembali menegaskan komitmennya dengan menjalin kerja sama dengan Australia. Hal ini untuk memperkuat kerja sama cyber security sebagaimana disepakati dalam 2+2 Dialogue dan pertemuan Ministerial Council on Law and Security, dan dalam rangka membangun sektor e-commerce yang kuat.

Indonesia juga aktif menjalin kerja sama internasional termasuk dengan Australia, sebagai bagian dari pertemuan bilateral Presiden RI dan PM Australia di Sydney, Februari 2017, telah menyepakati peningkatan kerja sama bidang ekonomi digital antara lain berupa penyelenggaraan Digital Conference yang saat ini dijajaki pada awal 2018.

“Indonesia mencatat keamanan dan ketahanan siber Australia sudah cukup maju, sehingga berharap dapat memperoleh gambaran terkait best practice dan lesson learned Australia dalam proses pendirian Australia Cyber Security Centre (ACSC), strategi ketahanan siber dan contoh kasus penanganan insiden serangan siber,” kata Wiranto.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.