Indonesia-Afganistan Sepakat Tingkatkan Kerja Sama

Petrus - 6 April 2017
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani di serambi Istana Negara, Jakarta (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Pemerintah Indonesia terus mempererat kerja sama dengan negara-negara sahabat, seperti Perancis, Afrika Selatan, Sri Lanka, dan juga Arab Saudi. Kali ini Indonesia mempererat hubungan kerjasama dengan Afghanistan

“Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia untuk menerima kunjungan Presiden Afghanistan, Yang Mulia Mohammad Ashraf Ghani. Kunjungan Kenegaraan ini merupakan kunjungan pertama kali Yang Mulia ke Indonesia,” kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Jokowi menilai bahwa Afghanistan merupakan negara yang memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia. Kedua negara juga telah menjalin hubungan yang baik selama 62 tahun.

“Afghanistan adalah salah satu negara pertama yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Kedua negara berperan aktif menyukseskan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955,” ucap Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara membicarakan sejumlah isu bilateral seperti kerja sama pembangunan perdamaian, pembangunan kapasitas, dan juga peningkatan kerja sama di bidang perdagangan.

Di bidang perdamaian, Jokowi menyatakan kesiapan pemerintah Indonesia untuk berbagi pengalaman yang utamanya berkaitan dengan rekonsiliasi untuk perdamaian. Indonesia juga mengapresiasi upaya Afghanistan yang hendak menciptakan perdamaian dan stabilitas di negerinya.

“Indonesia menyambut baik upaya yang dilakukan pemerintah Afghanistan dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian. Indonesia siap berbagi pengalaman mengenai rekonsiliasi untuk perdamaian,” kata Jokowi.

Selain itu, untuk mendorong penyebaran nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Indonesia sebelumnya telah membangun Indonesia Islamic Center di Kabul, Afghanistan. Indonesia berharap, masyarakat Afghanistan dapat memanfaatkan fasilitas ibadah, kesehatan, dan pendidikan yang akan terus dibangun di sana dengan sebaik-baiknya.

“Pembangunan Masjid As Salaam di Indonesia Islamic Center telah selesai dan dapat menampung 2.500 jamaah. Selanjutnya, Indonesia akan segera menyelesaikan pembangunan sarana kesehatan dan pendidikan untuk penduduk setempat,” kata Jokowi.

Di bidang pengembangan kapasitas, Indonesia dan Afghanistan sepakat untuk memperluas kerja sama pengembangan kapasitas di bidang hukum, perumahan dan pekerjaan umum, kebijakan fiskal, dan juga pendidikan tinggi.

“Sejauh ini Indonesia telah memberikan pelatihan kepada 358 orang dalam 47 program, meliputi bidang pertanian, kepolisian, pemberdayaan perempuan, dan administrasi pemerintahan,” kata Jokowi.

Adapun di bidang perdagangan, kedua negara menyadari bahwa di masa mendatang, masih banyak potensi hubungan perdagangan yang dapat terus ditingkatkan. Kedua kepala negara juga sepakat untuk mendorong interaksi langsung di antara pengusaha-pengusaha kedua negara.

“Kita juga menyambut baik pelaksanaan Business Meeting Indonesia-Afghanistan tanggal 6 April 2017 yang akan datang,” kata Jokowi.

Sebagai sesama negara demokrasi, pemilihan umum yang dilakukan secara terbuka merupakan harapan semua pihak. Oleh karenanya, Komisi Pemilihan Umum masing-masing negara hendak berbagi pengalaman. Indonesia sendiri disebut memiliki pengalaman dalam melaksanakan Pemilu yang damai dan terbuka, sekaligus sebagai contoh di mana Islam dan demokrasi mampu berjalan beriringan.

“Indonesia merupakan negara yang sukses menerapkan demokrasi dan perdamaian. Indonesia juga merupakan negara besar dengan kepemimpinan yang baik,” ujar Presiden Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani.

Ghani juga menilai bahwa Indonesia sebagai negara dengan populasi umat Islam terbesar, dapat berperan dalam upaya mewujudkan perdamaian di Afganistan. Untuk itu, dia menyambut baik adanya bantuan dari Indonesia dalam mewujudkan upaya perdamaian tersebut.

Untuk meningkatkan sektor Pendidikan antar kedua negara, Presiden Ghani juga mengusulkan untuk dilakukannya pertukaran ulama Indonesia dengan Afghanistan, untuk bekerja sama terkait dengan budaya Islam.

“Banyak sekali pencapaian di bidang pendidikan yang membanggakan negara kita berdua. Kami juga mengusulkan adanya pertukaran ulama antara Indonesia dan Afghanistan untuk saling berbagi dan bekerjasama terkait dengan budaya Islam, dan juga melalui dialog dengan para ulama Indonesia,” kata Ghani.

Afghanistan sendiri menganggap Indonesia merupakan negara yang besar dan memiliki citra positif. Bahkan ketika Presiden Ghani masih menjadi mahasiswa, ia telah mendengar nama besar Indonesia.

“Indonesia telah mencapai banyak sekali pencapaian yang signifikan, sehingga ketika saya masih menjadi mahasiswa, Indonesia menjadi contoh teladan dari negara-negara besar,” kata Presiden Ghani.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.