Imlek Nasional, Presiden Ingatkan Jaga Persatuan dan Kerukunan

Fena Olyvira - 8 February 2019
Presiden Joko Widodo Bersalaman dengan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, saat Perayaan Imlek Nasional di Jakarta, pada Kamis (7/2/2019). Foto : (Biro Pers Presiden)

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo menghadiri perayaan Imlek Nasional bertajuk Merajut Kebinekaan Memperkokoh Persatuan di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (7/2/2019).

“Saya ingin mengucapkan xin nian kuai le, selamat tahun baru,” ujar Presiden yang hadir dengan mengenakan kemeja batik berwarna biru tua.

Presiden juga mengatakan bahwa perayaan imlek ini dirayakan hampir di semua daerah di Indonesia. Bahkan perayaan ini juga turut dihadiri oleh 29 raja dan sultan di seluruh Tanah Air.

“Kita melihat bahwa Semakin terasa indah ketika rakyat Indonesia dari suku lain juga gembira dan mengucapkan selamat tahun baru Imlek. Bahkan banyak sekali yang ikut dalam kegiatan perayaan bersama ini,” tuturnya.

Di hadapan ribuan orang yang hadir, Presiden mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Perbedaan dan keberagaman yang ada hendaknya disikapi dengan bijak dan disadari sebagai sebuah anugerah bagi bangsa Indonesia.

“Pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengajak kepada kita untuk terus memelihara persatuan, menjaga persaudaraan, dan merawat kerukunan. Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan,” ucapnya.

Sekedar informasi, perayaan Imlek Nasional tahun ini juga dihadiri oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 RI Try Soetrisno, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Tampak pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.