Imam Ghozali Said : Pancasila Sesuai Dengan Nilai-Nilai Islam

Petrus - 2 June 2017
KH Imam Ghozali Said dalam sebuah diskusi tentang Pancasila di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (foto : Superradio/Wawan Gandakusuma)

Imam Ghozali Said : Pancasila Sesuai Dengan Nilai-Nilai Islam

SR, Surabaya – Serangkaian acara digelar oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Dimulai dari upacara bendera, buka puasa bersama dan sholat berjama’ah. Acara dipungkasi dengan renungan dalam bentuk diskusi yang bertajuk “Pancasila Dalam Perspektif Islam”, di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Jalan Kendangsari Industri 57 Surabaya, Rabu (1/6/2017) malam.

Pembicara tunggal dalam diskusi ini adalah Dr. KH. Imam Ghozali Said, akademisi UIN Sunan Ampel Surabaya, sekaligus Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya. Kiai Ghozali Said memaparkan bahwa Pancasila adalah ideologi paling tepat dengan kondisi kemajemukan bangsa Indonesia.

“Menurut kajian saya selama ini, Pancasila adalah ideologi yang dinamis, sesuai dengan kondisi Indonesia dari jaman ke jaman. Bung Karno dalam hal ini punya peran yang sangat strategis sebagai penggagas, penggali, dan pengistilah Pancasila. Ini menjadi diskusi panjang para tokoh waktu itu. Nah, para ulama dan umat Islam yang terwakili dari unsur NU, Muhammadiyah, dan lain-lain, termasuk non-muslim yang tergabung dalam BPUPKI akhirnya bersepakat soal Pancasila, sekaligus rumusannya yang kemudian disempurnakan,” tutur Kiai Ghozali Said.

Imam Ghozali Said yang juga aktif di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Surabaya juga mengungkapkan, bahwa Pancasila memang tidak bertentangan dengan Islam.

“Meskipun rumusan-rumusan yang ada menjadi diskusi panjang, namun pada rumusan sila-sila yang ada sekarang semuanya sesuai dengan ajaran Islam dan juga ajaran agama lain. Karena tidak bertentangan itulah, akhirnya Pancasila dengan teks yang ada sekarang, disepakati oleh semua pihak. Yang terpenting dalam pikiran para pendahulu kita waktu itu adalah merdeka dan bersatu,” jelas Kiai Ghozali Said.(wg/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.