Harga Stabil Jelang Lebaran, Presiden Apresiasi Kinerja Jajarannya

Petrus - 23 June 2017
Presiden Joko Widodo memimpin rapat kabinet yang membahas stabilitas harga bahan pokok (foto : Superradio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 2017, Presiden Joko Widodo mengumpulkan segenap jajaran Kabinet Kerja di Istana Merdeka, Jakarta. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada kementerian terkait serta pihak-pihak lain, yang telah berupaya keras dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran ini.

Presiden Joko Widodo meminta agar pencapaian kinerja tersebut untuk dapat dipertahankan di kemudian hari.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, karena kalau kita lihat harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran pada tahun ini pada posisi yang sangat baik, stabil. Dan saya ingin memberikan apresiasi kepada menteri terkait, dengan pola yang sudah ada ini perlu dipertahankan dan disempurnakan lagi,” ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga memberikan kabar gembira kepada masyarakat terkait dengan ketetapan harga bahan bakar minyak (BBM). Setelah melakukan perhitungan kembali, harga BBM dan juga gas tidak mengalami kenaikan.

“Dari hitung-hitungan kalkulasi terakhir kemarin kita juga sudah memastikan bahwa pada bulan depan, bulan Juli, tidak ada kenaikan BBM. Karena sebetulnya kalkulasi kita kemarin kelihatannya BBM akan naik, tetapi setelah kita hitung kembali harga BBM bisa tidak kita naikkan,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, dalam beberapa hari ke depan, Presiden meminta jajarannya untuk memberikan perhatian penuh pada penanganan arus mudik Lebaran. Pemerintah tentu ingin memberikan pelayanan kepada para pemudik dengan sebaik-baiknya.

“Saya ingin agar penanganan arus mudik ini betul-betul terintegrasi antara Polri, TNI, Menteri Perhubungan, Kementerian PU, Menteri ESDM, dan Menteri BUMN. Kesampingkan ego sektoral masing-masing,” katanya.

Pertemuan tersebut juga membahas mengenai keterlambatan pendistribusian beras sejahtera (Rastra) kepada masyarakat. Dengan tegas Jokowi meminta jajaran terkait untuk segera menindaklanjuti hal tersebut.

“Karena keterlambatan pembagian Rastra ini berdampak pada hasil indikasi ekonomi yang telah disurvei oleh BPS. Kejadian ini kita harapkan tidak terjadi lagi,” kata Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.