Hal yang Harus Dilakukan, Jika Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual

Yovie Wicaksono - 4 March 2019
Ilustrasi. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Menerima kondisi anak yang menjadi korban kekerasan seksual menjadi dasar utama sebelum melakukan pendampingan dan pemulihan, terlebih tanpa menghakimi sang anak agar tidak menjadi “korban” kedua kalinya.

“Yang harus dilakukan keluarga adalah berdamai dan menerima anak tersebut lebih dulu, karena hal yang sangat sulit diterima oleh keluarga adalah anak ini, lalu mereka menciptakan situasi yang membuat anak semakin terpuruk, dimana keluarga itu malah melihat anak sebagai pelaku bukan korban, dan itu kesalahan terbesar dari orang tua,” ujar Ketua Yayasan Embun Surabaya (YES) Joris Latto kepada Super Radio, Senin (4/3/2019).

Terkadang orang tua tanpa sadar membuat anaknya menjadi korban kedua kalinya dengan menghakimi dan mengeluarkan ucapan negatif kepada anak yang akhirnya anak lebih jauh dari keluarga dan semakin tidak terkendali.

“Kita ucapkan hal positif kepada anak, bahwa dia baik, dia pintar, dia pasti bisa, tidak malah menghakimi dia, karena ketika kita menghakimi, dia akan semakin keluar dan semakin jauh dari keluarga dan perilakunya semakin tidak terkendali,” kata Joris.

Joris menambahkan, membangun konsep diri positif kepada anak jauh lebih baik dari pada menghakimi, dan orang tua harus mampu menjadi konselor yang baik untuk anak.

“Harusnya kita membangun konsep diri positif kepada anak, orang tua harus mampu mengendalikan diri dan berdamai dengan mereka, orang tua juga harus bisa menjadi konselor yang baik untuk anak,” tambah Joris.

Joris juga mengingatkan pentingnya konsep pengawasan terhadap anak, agar anak tidak menjadi korban kekerasan seksual. Menurutnya, anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, ataupun keluarga, namun tanggung jawab bersama masyarakat, dan negara.

“Konsep pengawasan terhadap anak itu penting, karena pelaku itu dimana-mana ada, bahkan yang sering saya temukan adalah pelaku ini orang-orang yang ada disekitar anak, dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tapi juga masyarakat dan negara,” pungkas Joris. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.