H-2 Pemilu, Bawaslu Jatim Temukan Pelanggaran APK Hingga Politik Uang

Yovie Wicaksono - 16 April 2019
Ilustrasi Penertiban APK. Foto : (Antara)

SR, Surabaya – Hingga hari ke dua masa tenang, Senin (15/4/2019), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur (Jatim) menemukan adanya pelanggaran, seperti alat peraga kampanye (APK) yang masih terpasang di sejumlah daerah di Jawa Timur.

“Sampai saat ini kami menemukan dan yang coba kami tertibkan adalah terkait dengan APK. Kami berikan sanksi administrasi, dimana penertiban terhadap APK merupakan bagian dari bentuk sanksi tersebut,” ujar Anggota Bawaslu Jatim, Koordinator Bidang Hukum Purnomo Satriyo Pringgodigdo kepada Super Radio, Senin (15/4/2019).

Purnomo mengatakan, pihaknya telah menertibkan lebih dari 200 ribu APK di seluruh wilayah Jawa Timur. Jumlah tersebut akan terus bertambah karena penertiban APK masih terus dilakukan.

“Kami sudah menertibkan lebih dari 200 ribuan alat peraga kampanye di seluruh wilayah Jawa Timur bersama dengan teman-teman di Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Kelurahan/Desa. Namun angkanya masih akan terus bergerak karena tim dari kami sampai saat ini juga terus melakukan penertiban.” ujarnya.

Selain ditemukannya APK yang masih terpasang di masa tenang ini, Bawaslu Jatim juga menemukan adanya dugaan praktik politik uang.

“Kami juga menemukan adanya dugaan praktik politik uang di beberapa wilayah di Jawa Timur, seperti di Situbondo, Probolinggo, dan Ponorogo. Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 sanksi pidananya mencapai penjara pidana sampai 3 tahun dan denda 36 juta,” kata Purnomo.

Sebagai antisipasi terjadinya pelanggaran selama masa tenang ini, Bawaslu Jawa Timur selalu melakukan sosialisasi.

“Kami menginformasikan kepada peserta dan pemilih Pemilu 2019 terkait dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakuan selama masa tenan ini dengan menggunakan surat sampai dengan menggunakan media sosial,” tambahnya.

Pihaknya pun mengadakan patroli keliling ke seluruh wilayah di Jawa Timur yang melibatkan jajaran Bawaslu mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, sampai dengan TPS. Selain itu juga dibentuk tim khusus untuk melakukan pemantauan.

“Kami membentuk tim khusus melalui beberapa kelompok, jadi kami membagi Provinsi Jawa Timur menjadi beberapa region untuk kemudian kami turunkan personil kami kesana untuk pengecekan logistik, kampanye, sampai pencegahan politik uang,” ujar Purnomo.

Bawaslu Jawa Timur berharap agar semua elemen bisa menjaga kondusifitas dan integritas dalam Pemilu 2019 ini.

“Kami dari Bawaslu Jawa Timur berharap agar kita sama-sama bisa menjaga kondusifitas dan integritas penyelenggaraan Pemilu 2019 dengan tetap melaporkan kepada jajaran kami di 2000 titik di seluruh Jawa Timur terkait dengan adanya dugaan pelanggaran,” kata Purnomo.

Purnomo juga berharap angka golput untuk Pemilu 2019 ini bisa ditekan. “Masyarakat bisa memaksimalkan kesempatannya untuk memilih, bukan hanya Presiden dan Wakil Presiden, tapi juga DPR dari tingkat pusat sampai Kabupaten/Kota,” pungkasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.