Gunung Agung Erupsi, Ini Rekayasa ASDP Banyuwangi

Yovie Wicaksono - 28 November 2017
General Manager PT. Indonesia Ferry ASDP Cabang Pelabuhan Ketapang Gilimanuk Banyuwangi, Elvi Yoza. Foto : (Superradio/Fransiskus Wawan)

SR, Banyuwangi – Pasca Gunung Agung di Karangasem, Bali statusnya kembali dinaikkan ke Awas, PT. Indonesia Fery ASDP cabang pelabuhan Ketapang Gilimanuk  Banyuwangi, telah menyiapkan beberapa skenario untuk angkutan penumpang dari Bandara Ngurai Rai yang saat ini sudah ditutup. Salah satunya adalah menyiapkan armada kapal  di penyeberangan Jawa – Bali.

General Manager PT. Indonesia Fery ASDP cabang pelabuhan Ketapang Gilimanuk  Banyuwangi Elvi Yoza mengatakan, pihaknya telah menyiapkan rekayasa untuk angkutan penumpang dan pengungsi akibat dampak dari gunung Agung.

“Untuk itu kami telah melakukan koordinasi dan komunikasi jauh hari  dengan pihak bandara Ngurah Rai,” ujarnya, Senin (27/11/2017).

Kapal yang siap operasi pada hari biasanya adalah 31 armada kapal, namun jika diperlukan penambahan kapal maka pihak ASDP pelabuhan Ketapang Gilimanuk siap mengoperasikan kapal yang sedang off.

Elvi menjelaskan, pihaknya juga telah koordinasi dengan BPBD Provinsi Bali terkait informasi kesiapsiagaan dari pelabuhan Gilimanuk Bali dengan kondisi gunung Agung saat ini.

Pihak ASDP juga telah membuka dua posko erupsi gunung Agung baik di pelabuhan Gilimanuk dan pelabuhan Ketapang.

Data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana saat ini erupsi Gunung Agung terus meningkat. Tingkat erupsi Gunungapi Agung sekarang meningkat dari fase freatik ke magmatik sejak teramati sinar api di puncak di malam hari pada 25/11/2017 pukul 21.00 WITA. Sampai hari ini erupsi fase magmatik disertai kepulan abu tebal menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak.

Kepulan abu yang menerus kadang-kadang disertai erupsi eksplosif disertai suara dentuman lemah yang terdengar sampai jarak 12 km dari puncak. Sinar api semakin sering teramati di malam hari berikutnya. Ini menandakan potensi letusan yang lebih besar akan segera terjadi.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan dan risiko bencana maka PVMBG telah menaikkan status Gunung Agung dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) terhitung mulai 27/11/2017 pukul 06:00 WITA. Status Awas adalah status tertinggi dalam status gunungapi.

Pos pengamatan Gunung Agung di Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem melaporkan bahwa secara visual gunung jelas. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 2.500-3.000 m di atas puncak kawah. Teramati letusan dengan tinggi 3000 m dan warna asap kelabu. Terlihat sinar api. Tremor non harmonik menerus amplitudo 1 – 10 mm (dominan 1 – 2 mm). (wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.