Gubernur Soekarwo Himbau Masyarakat Waspada Bencana Hadapi Musim Hujan

Yovie Wicaksono - 21 November 2018
Gubernur Jawa Timur Soekarwo (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Beberapa wilayah di Jawa Timur telah memasuki musim hujan, mulai bulan Nopember 2018. Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya yang tinggal di sekitar daerah rawan bencana.

Pemerintah daerah juga diinstruksikan untuk siaga terhadap kerawanan bencana di daerahnya, karena cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Bupati/ Wali Kota dibantu Camat dan Kepala Desa/ Lurah agar selalu melaporkan semua kejadian yang berkaitan dengan bencana.

”Kepala Desa dan Lurah segera melakukan langkah deteksi dini potensi bencana di daerah masing-masing,” kata Soekarwo, Selasa (20/11/2018).

Salah satu langkah deteksi dini yang wajib disiagakan adalah menyiapkan segala kebutuhan dasar bagi masyarakat. Hal itu bertujuan, apabila terjadi bencana sewaktu-waktu dapat langsung digunakan, sehingga dapat meminimalisir jumlah kerusakan dan korban jiwa.

“Besarnya kebutuhan tersebut bisa dilakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan, yang selanjutnya dilaporkan kepada Bupati atau Wali Kota agar segera bisa segera dipersiapkan,” ujarnya.

Dicontohkan, sudah ada beberapa bencana yang melanda Jawa Timur akhir-akhir ini, misalnya angin kencang dan puting beliung. Karena sudah terdeteksi dini, beberapa kabupaten dab kota sudah melakukan pemulihan terhadap lokasi terdampak dan korbannya.

“Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong membangun kembali prasarana umum yang rusak akibat bencana. Bencana harus diatasi secara cepat, dengan tujuan masyarakat terdampak bisa segera diberikan bantuan” ungkapnya.

Pada bulan Nopember 2018, sudah ada beberapa kejadian angin kencang atau puting beliung di beberapa wilayah di Jawa Timur, seperti di Kabupaten Sidoarjo yang mengakibatkan 457 rumah rusak di 8 desa. Di Kabupaten Mojokerto mengakibatkan 170 rumah rusak di 2 desa. Di Kabupaten Gresik mengakibatkan 1 papan reklame roboh dan 1 pohon tumbang yang menutup 80 persen Jalan Raya Metatu.

Kemudian, di Kabupaten Madiun mengakibatkan 7 rumah rusak. Di Kabupaten Magetan mengakibatkan 2 rumah rusak. Di Kabupaten Nganjuk mengakibatkan 9 rumah rusak. Di Kabupaten Kediri mengakibatkan 1 tower milik Infokom roboh, dan 1 kendaraan mobil rusak berat dan mengakibatkan 1 orang meninggal serta 1 orang luka ringan.

Selanjutnya, di Kabupaten Probolinggo mengakibatkan 148 rumah rusak. Di Kabupaten Situbondo mengakibatkan 269 rumah rusak. Di Kota Malang mengakibatkan gedung FE dan Bisnis milik Universitas Brawijaya mengalami kerusakan. Serta di Kota Batu mengakibatkan 1 ruko rusak dan 3 rumah rusak ringan.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.