Gubernur Lantik Heru Tjahjono Sebagai Sekdaprov Jawa Timur

Petrus - 26 September 2018

SR, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo melantik Heru Tjahjono sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (25/9/2018).

Soekarwo mengatakan, proses pengangkatan dan pelanyikan Sekdaprov Jawa Timur telah dilakukan secara terbuka dan kompetitif, serta mempertimbangkan rekam jejak yang hendak dilantik. Selain itu, juga melibatkan Tim Penilai Akhir (TPA) baik dari Kemendagri maupun Sekretariat Kabinet.

“Dalam rangka mencegah kasus seperti DPRD Malang, maka rekam jejak menjadi penilaian penting. Karena disini ada sistem integritas yang tidak bisa dilakukan dengan standar pelayanan minimal. Kalau bahasa Jawa kuno, bibit, bobot, bebetnya dicek,” kata Soekarwo.

Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, sekretaris daerah (sekda) memiliki dua fungsi, yaitu sebagai sekda dan sekretaris gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Dengan begitu, sekda harus mampu mengkoordinasi semua jajaran baik OPD Pemprov maupun instansi/ lembaga vertikal yang ada di Jawa Timur.

Soekarwo menambahkan, sesuai arahan Mendagri, pelantikan sekda ini harus melibatkan lembaga vertikal di Jawa Timur. Hal ini untuk mengkoordinasikan program pembangunan di OPD, serta koordinasi antar sektor lembaga vertikal dalam pembangunan di Jawa Timur.

“Harusnya dibedakan antara sekda dan sekretaris gubernur, tapi kami mengusulkan jangan dijabat dua orang, cukup dirangkap sekda saja,” ujar Soekarwo.

Menurutnya, sekda merupakan jabatan paling puncak dalam karier PNS di daerah. Ia bertugas membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah dan menyusun kebijakan. Sekda juga memiliki peran strategis dalam menjaga roda pemerintahan, membina aparatur di bawahnya, serta mendorong implementasi kebijakan pembangunan agar roda pemerintahan berjalan dengan baik.

Peran sekda juga sangat penting dan strategis dalam mengatur anggaran. APBD harus dikelola dengan baik sebagai bentuk pemerataan pembangunan di daerah.

“Sekda juga menjadi motor penggerak bagi jajaran PNS di bawahnya, untuk memiliki tiga aspek yakni kualifikasi, kompetensi dan kinerja dalam pelayanan masyarakat yang mendorong kesejahteraan rakyat,” lanjut Soekarwo.

Kepada sekdaprov yang baru dklantik, Gubernur berpesan untuk melaksanakan peran dan fungsi dengan sebaik-baiknya, meningkatkan koordinasi dan komunikasi, serta menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah dalam penataan personel mengingat banyaknya pejabat yang akan pensiun dan adanya perubahan struktur organisasi.

Sementara itu, Sekdaprov Jawa Timur, Heru Tjahjono mengatakan, dalam masa transisi kepemimpinan ini ia akan melanjutkan berbagai program yang telah dilakukan Penjabat (Pj) Sekdaprov sebelumnya yakni Jumadi, serta akan melakukan sinkronisasi antara pemerintah, baik eksekutif dan legislatif, dan sinkronisasi program-program gubernur sekarang dan gubernur terpilih.

“Ini semua dilakukan agar APBD 2019 bisa berjalan dengan baik dan lancar,” kata Heru.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.