Gubernur Jawa Timur Tetapkan UMP 2019

Petrus - 1 November 2018
Maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia, Tak Luput dari Sorotan Buruh di Surabaya. Foto : (Super Radio/Nirwasita Gantari)

SR, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur Tahun 2019 sebesar Rp. 1.630.059,05. Keputusan ini tertuang melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/629/KPTS/013/2018 tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Timur Tahun 2019.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, keputusan mengenai UMP ini akan mulai berlaku sejak 1 Januari 2019. Penetapan UMP 2019 ini kata Aries Agung, didasari beberapa pertimbangan, diantaranya untuk melindungi upah pekerja atau buruh agar tidak merosot pada tingkat paling rendah akibat ketidakseimbangan pasar kerja.

“Perlu ada kebijakan penetapan upah minimum dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, guna mewujudkan keberlangsungan usaha serta peningkatan kesejahteraan pekerja atau buruh,” ujar Aries, Kamis (1/11/2018).

Pertimbangan lain adalah karena penetapan itu mendasari rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019. Dengan penetapan UMP itu, pengusaha yang telah menberikan upah lebih tinggi dari ketetapan UMP dilarang untuk mengurangi atau menurunkan upah.

“Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari ketetapan UMP,” imbuhnya.

Ditegaskan, dalam Keputusan Gubernur Jawa Timir itu, jika pengusaha tidak mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dibanding tahun 2018, kenaikan UMP tahun 2019 mendatang mengalami peningkatan sebesar Rp. 121.164,25 atau sebesar 8.03 persen.

“Jadi kalau tahun 2018 UMP di Provinsi Jatim sebesar Rp. 1.508.894,80, tahun depan (2019) menjadi 1.630.059,05,” papar Aries Agung Paewai.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.