Gubernur DKI Jakarta Harus Selesaikan Permasalahan Ibu Kota

Yovie Wicaksono - 12 July 2017
Masjid Istiqlal di Jakarta (Foto : Superradio/Nirwasita Gantari)

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Diantaranya masalah urbanisasi, kemiskinan dan ketimpangan sosial, penyediaan fasilitas umum, penyediaan tenaga listrik, perumahan, air bersih dan sanitasi, kemacetan dan penyediaan transportasi massal, penanganan soal limbah, sampah dan polusi udara, hingga pengendalian tata ruang.

Jokowi mengatakan, pemerintah daerah, daerah-daerah penyangga, dan pemerintah pusat juga harus bersinergi untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang dihadapi oleh Ibu Kota Negara Indonesia ini.

Terkiat dengan kemacetan, Jokowi mengatakan, tidak ada pilihan lain sebagai solusi dari permasalahan itu selain membangun sarana transportasi yang bersifat massal dan terintegrasi dengan lainnya.

“Untuk itu, saya titip agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sekarang maupun yang akan datang untuk dapat melanjutkan penyelesaian proyek infrastruktur transportasi massal ini, baik LRT, MRT, kereta api serta pembangunan jalan tol, termasuk memperlancar akses ke Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya, Rabu (12/7/2017).

Jokowi juga menginstruksikan Djarot Saiful Hidayat untuk dapat terus menekan tingkat pengangguran yang pada Februari 2017 mencapai 5,36 persen. Meski angka tersebut sebenarnya telah mengalami penurunan sebesar 0,41 persen bila dibanding tahun 2016 lalu, Jokowi tetap berharap agar DKI dapat membuka lebih banyak lapangan kerja baru.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memberikan apresiasinya kepada Provinsi DKI Jakarta yang berhasil menumbuhkan perekonomian daerahnya dengan baik. Berdasarkan data yang diterima Presiden, DKI Jakarta pada triwulan pertama tahun 2017 ini memiliki angka pertumbuhan ekonomi sebesar 6,48 persen atau lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama sebesar 5,01 persen.

“Saya harap capaian ini dapat ditingkatkan lagi dengan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas sehingga bisa membuka lapangan kerja baru serta mampu menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja,” tegasnya. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.