Gerakan Tolak Daging Anjing untuk Konsumsi

Yovie Wicaksono - 12 November 2018
Koalisi Dog Meet Free Indonesia (DMFI) dan Pecinta Hewan Surabaya, menggelar gerakan nasional bersama di Taman Apsari Surabaya, Minggu (11/11/2018). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Koalisi Dog Meet Free Indonesia (DMFI) dan Pecinta Hewan Surabaya, menggelar gerakan nasional bersama di Taman Apsari Surabaya, Minggu (11/11/2018), untuk memperingati tercapainya satu juta tandatangan petisi terhadap penolakan daging anjing dan kucing di Indonesia.

Koordinator gerakan nasional bersama DMFI, Bobby Fernando mengatakan satu juta tanda tangan dari masyarakat Indonesia dan dunia adalah bukti bahwa permasalahan ini telah menjadi sorotan internasional yang wajib diselesaikan oleh pemerintah Indonesia.

Dengan mengusung tema “Jadilah Pahlawan Untuk Satwa di Indonesia”, gerakan ini menyerukan kepada masyarakat agar terus berjuang mendesak pemerintah dalam merealisasikan dan melaksanakan larangan perdagangan daging anjing dan kucing di Indonesia.

Sebelumnya pada Agustus 2018, pejabat pemerintah nasional dan daerah setuju mengeluarkan larangan terhadap perdagangan daging anjing dan kucing di Indonesia, dan hal ini ditindaklanjuti pada Oktober 2018 dengan Surat Edaran dari Pemerintah Pusat kepada pemerintah provinsi untuk ikut bertindak.

“Surat Edaran larangan perdagangan daging anjing yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat harus segera dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia,” tambah Bobby.

Masyarakat juga perlu tahu bahwa membiarkan perdagangan dan konsumsi daging anjing atau kucing tetap berjalan artinya sama dengan membiarkan masyarakat terekspos oleh penyakit-penyakit zoonosis yang sangat membahayakan nyawa.

Kasubdit Peningkatan Mutu dan Kecukupan Gizi Direktorat Gizi Masyarakat – Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat, Galopong Sianturi mengatakan, daging anjing membawa resiko penularan penyakit zoonosis yaitu penularan penyakit parasit, cacing pita, yang menyebabkan hipertensi hingga kematian.

Daging anjing untuk konsumsi sangat beresiko dalam penyebaran penyakit rabies yang sangat berbahaya bagi manusia dan hewan, karena masih belum ada obatnya, dan setiap tahun rata-rata 100 kasus kematian pada manusia terjadi akibat rabies, sebagian besar menimpa anak-anak.

DMFI juga menunjukkan fakta bahwa tujuh persen dari masyarakat Indonesia mengkonsumsi daging anjing, namun jumlah tersebut cukup signifikan untuk perdagangan daging anjing dan merupakan bisnis yang berkembang di beberapa bagian di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, dr. Elizabeth Jane Soepardi mengatakan, antara tahun 2011-2017, lebih dari 500.000 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dilaporkan, dengan 836 kasus positif rabies.

Gerakan nasional bersama ini selain di Surabaya, juga digelar di enam kota lainnya di Indonesia, seperti di Jakarta, Senin (5/11/2018) dan dilanjutkan pada 10-11 November 2018 di Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, dan Manado.

Kampanye DMFI ini telah mendapat dukungan lebih dari 90 selebriti nasional dan internasional termasuk Sophia Latjuba, Chelsea Islan, Cameron Diaz, Elizabeth Hurley, Simon Cowell, Ellen DeGeneres, dan Pierce Brosnan yang pada awal tahun ini telah menandatangani surat untuk Presiden Jokowi agar mengambil tindakan untuk menghentikan perdagangan ini.

Penyerahan petisi serupa juga serentak dilakukan pada minggu ini di Kedutaan Besar Indonesia di London, Sydney, Australia dan Washington DC. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.