Generasi Milenial Apresiasi Kerja Empat Tahun Jokowi-Jusuf Kalla

Petrus - 23 October 2018

SR, Jakarta – Generasi milenial antusias untuk mengetahui lebih dalam apa saja yang sudah dikerjakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sepanjang empat tahun ini. Mereka bertanya mulai soal mengapa pemerintah banyak membangun infrastruktur, perkembangan Palapa Ring, hingga soal dana desa.

Hal itu terjadi dalam acara “Obrolan Santai Laporan Empat Tahun Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla”, yang berlangsung di Auditorium BPPT, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

“Kami ingin tahu, apakah penyaluran dana desa sudah sejalan dengan peningkatan partisipasi masyarakat?,” kata Eko Fajar Setiawan, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu dari generasi milenial yang hadir.

Sedangkan Andi dari Pasuruan, Jawa Timur, menanyakan, apa upaya pemerintah dalam pembangunan manusia, di sisa waktu setahun ke depan.

Antusiasme itu menggembirakan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Keduanya mewakili pemerintah menyampaikan laporan Empat Tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, dalam acara itu.

Moeldoko menyebutkan, bahwa generasi milenial saat ini terlihat seperti hidup mudah. Mereka gampang mendapatkan akses pendidikan, informasi, dan lain-lain.

“Namun sebenarnya generasi milenial ini memiliki tantangan yang lebih besar. Keadaan sekarang sudah beda baik kecepatan, resiko, kompleksitas, maupun kejutan yang terjadi, karena lompatan perkembangan teknologi,” ujar Moeldoko.

Moeldoko menyarankan, agar generasi milenial melibatkan diri, sesuai peran masing-masing dengan membangun mentalistas pemimpin.

“Karena kerja kita prestasi bangsa. Maka pilihannya, apakah mau melakukan kerja biasa saja, atau mau membuat perubahan?,” lanjut Moeldoko menawarkan tantangan.

Pada kesempatan itu, Moeldoko sempat menjelaskan posisi Indonesia di dunia global, antara lain dengan membandingkan infrastruktur Indonesia dengan Tiongkok dan Kosta Rika. Pembangunan infrastruktur di Tiongkok sangat masif, sehingga mendukung upayanya untuk menjadi penguasa ekonomi dunia. Adapun Kosta Rika punya best performing national plan of science and technology.

Moeldoko juga menyinggung bagaimana cara Indonesia mengejar ketertinggalan, yakni melalui pembangunan infrastruktur. Pembangunan ini untuk meingkatkan konektivitas dan produktivitas, serta menciptakan kemudahan.

Sementara itu, Rudiantara menambahkan bahwa sejauh ini Indonesia tidak efisien dari segi logistik.

“Karena itulah, pemerintah membuat kebijakan untuk mengubah kondisi tersebut,” ujar Rudi.

Beberapa kebijakan yang dimaksud itu menyangkut ekonomi digital dan kualitas sumber daya manusia, juga diterangkan Rudiantara. Menurut dia, pembangunan Palapa Ring sebenarnya sudah dicanangkan sejak 2005. Namun, di pemerintahan sekarang baru dapat berjalan dan diselesaikan.

Jika Palapa Ring berhasil, maka seluruh wilayah Indonesia akan dapat menikmati internet berkecepatan tinggi. Kantor-kantor layanan masyarakat seperti Koramil, Puskesmas, kantor Kelurahan, seluruhnya akan melayani dengan berbasis internet.

“Sehingga, Indonesia akan lebih mudah dalam upayanya menjadi negara maju,” tuturnya.

Moeldoko juga mengungkapkan, bahwa pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan, termasuk soal dana desa.

“Jika ada permasalahan dalam penyaluran dana yang kurang menimbulkan partisipasi masyarakat, boleh dilaporan kepada kami untuk ditindak lanjuti,” ujarnya.

Youtuber Andovi dan Jovial da Lopez, yang menjadi moderator dalam obrolan santai itu menyampaikan apresiasinya dengan pencapaian empat tahun pemerintahan Jokowi-JK.

“Cari kesalahan itu gampang banget. Tapi kita tadi mendengarkan bagaimana pemerintahan saat ini sudah membangun 1.000 kilometer lebih jalan tol, belum bandara, pelabuhan dan lain-lain. Kami salut,” ucap Andovi.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.