Garam Mulai Langka di Kediri

Yovie Wicaksono - 19 July 2017
Ilustrasi Garam. Foto : (vemale.com)

SR, Kediri – Dinas Perindustiran dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kediri melakukan sidak ke Pasar Setono Betek untuk mengecek ketersediaan garam. Dalam sidak itu, Kepala Disperindag Kota Kediri, Yety Sisworini bertemu dengan sejumlah pedagang.

“Sejumlah pedagang memang tidak semuanya menjual garam, karena telah habis dan tidak mempunyai stok. Sedangkan, di tempat pedagang kecil masih ada, itupun sisa lama,” ujarnya kepada Superradio, Rabu (19/7/2017).

Yety mengatakan, kelangkaan garam tidak hanya terjadi di wilayah Kota Kediri saja, melainkan di berbagai daerah lainnya di Jatim, seperti Tuban, Sumenep, Gresik dan Lamongan. “Imbas dari cuaca yang serba tidak menentu disinyalir menjadi penyebab hilangnya garam di pasaran,” terangnya.

Untuk bisa panen garam memang diperlukan cuaca panas yang maksimal tinggi.  Langkanya garam di pasaran ini, menurut Yety baru terjadi tahun ini. Meski begitu, ia  tetap yakin pasokan garam akan kembali normal, asalkan cuaca mendukung seperti yang diharapkan oleh petani garam.

Sejumlah pedagang yang ditemui Superradio di Pasar Setono Betek dan Pasar Bandar Kota Kediri juga mengatakan kalau mereka sudah tidak menjual garam. “Sudah tidak jualan mas, lebih dari satu bulanan,” kata Romi Pedagang Pasar Setono Betek.

Ditambahkan Romi, sebenarnya hampir setiap hari banyak pelanggannya  yang datang ke kiosnya untuk membeli garam, namun terpaksa ditolak. Romi tidak tahu secara pasti, penyebab minimnya pasokan garam di Kediri.

Sebelum garam langka di pasaran, setiap harinya Romi selalu kulakan (beli) di Pasar Ngronggo. “Biasanya kalau kulak, sampai 10 plastik  per harinya. Kalau sekarang susah carinya, karena barang sudah tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu, selepas sidak di Pasar Setono Betek, tim Disperindag Kota Kediri juga melakukan sidak di gudang pengolahan garam di Kelurahan Dermo, Mojoroto, Kota Kediri. Ditempat ini diketahui ada pasokan garam yang baru saja datang dari Sumenep Madura, sebanyak 10 ton.

Garam itu pun, harus diolah lagi karena baru di panen dua hari lalu. ” Itu pun hasil panen baru dua hari, harusnya memang belum dipanen sehingga garam yang didapat  tidak begitu maksimal,” tandas Yety. (fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.