Frekuensi Bencana Alam di Indonesia Meningkat

Yovie Wicaksono - 24 February 2017
Ilustrasi

SR,Yogyakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Willem Rampangilei mengatakan frekuensi bencana alam di Indonesia mengalami peningkatan. Sehingga dibutuhkan paradigma baru dalam penanggulangan bencana.

“Tahun 2016 kami mencatat sebanyak 2.384 kali kejadian bencana dan ada kenakan dibanding tahun 2015 sebanyak 38 persen,” kata Willem di acara Rakernas BNPB tahun 2017 di Yogyakarta, Jumat (24/2/2017).

Menurut Willem, siklus penanggulangan bencana harus beradaptasi dengan konteks bencana yang terjadi. Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo memberikan kritikan terhadap kinerja BNPB yang dinilai lamban dalam menangani para korban bencana.

“Sesuai arahan Presiden untuk penanganan yang cepat, BNPB memutuskan untuk melakukan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di tengah masa tanggap darurat,” katanya.

Dijelaskan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini dilakukan dengan mengidentifikasi rumah-rumah warga yang terkena bencana. Kemudian, Bupati membuat surat keputusan mengenai proses pencairan anggaran untuk dilakukan pemulihan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, ancaman bencana alam dibagi menjadi dua yaitu ancaman oleh alam dan karena ulah manusia.

Menurutnya, ada korelasi bencana alam karena ulah manusia dan ini lebih komplek, seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan. “Perlu ada terobosan baru yang dinamis dan cerdas untuk menghadapi dinamika ancaman alam dan ulah manusia,” kata Wiranto.

Ditambahkan, peran serta pemerintah juga sangat penting untuk mencegah bencana agar tidak terjadi. Setiap kementerian dan lembaga harus bersama-sama membuat satu grand design yang dapat membantuk BNPB, sehingga fungsi BNPB tidak hanya sebagai pemadam kebakaran saja.

“Kerja sama antar kementrian dan lembaga harus dipadukan sehingga di hulu ada pencegahan bencana. Karena penanggulangan bencana tidak hanya menjadi beban BNPB, tetapi tugas sebagai pemerintahan untuk melayani masyarakat,” ujar Wiranto. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.