Formasi CPNS Dokter Spesialis Kurang Diminati di Ponorogo

Petrus - 17 October 2018

SR, Ponorogo – Pendafataran Administrasi Calon  Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah ditutup senin (15/9) kemarin, sampai pendaftaran ditutup data yang tercatat di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ponorogo    ada 6336 orang yang mendaftar CPNS di Ponorogo.

“Sampai saat ini masih dalam tahap verifikasi, semoga dalam satu dua hari ini bisa selesai, dan segera kita laksanakan pengumuman pada 21 oktober nanti,” kata Kepala BKD Ponorogo Winarko Arief, Rabu (17/10/2018).

Win sapaan akrabnya, menerangkan jumlah pelamar paling banyak ada pada formasi guru, hal ini dikarekan jumlah formasi yang disediakan memang paling banyak dan peminat juga sangat banyak.

Namun jumlah ini berbanding terbalik dengan beberapa formasi lowongan untuk kesehatan dan kategori khusus seperti disabilitas serta caumlade. Seperti untuk formasi dokter spesialis, sampai pendaftaran ditutup baru ada 2 formasi yang tersisi, sedangkan jumlah formasi sendiri membutuhkan 14 dokter spesialis.

“Yang mendafatar hanya dokter spesialis urologi dan spesialis konservasi gigi, yang 12 lainnya masih kosong, seperti dokter spesialis anak, mata, tht, dan beberapa spesialis lainnya,” imbuhnya.

Selain itu pada formasi caumlade dari 17 orang yang dibutuhkan sampai saat ini hanya ada 15 orang pendaftar. Dua formasi yang tidak terisi ini untuk caumlade formasi guru dan dokter umum.

“Sedangkan untuk disbilitas kita membuka untuk 4 orang, tetapi hanya ada 2 orang yang mendaftar, kesemua untuk formasi pengelola database,” tuturnya.

Meskipun begitu Win menegaskan untuk disabilitas juga akan mendapatkan bentuk tes yang sama, yang membedakan hanya pada nilai dan gridnya. Sehingga meski yang mendaftar tidak sampai pada kuota akan dilihat dari nilai hasil tes.

“Jika nilainya memenuhi otomatis akan diterima, tapi jika nilainya kurang dari grid yang ditentukan juga tidak akan lolos seleksi,” terangnya.

Ketika disinggung kapan tes akan dilaksanakan ia mengaku belum bisa memastikan, untuk saat ini BKD masih mendata berapa jumlah yang lolos seleksi administrasi. Karena rencananya tes akan dilaksanakan di Madiun sehingga akan menunggu daerah lain untuk mencocokan jadwal.

“Jika diliat dari dari data Provinsi, Ponorogo memilik jumlah pendaftar terbanyak, kita lihat daerah lain dulu berapa, karena tesnya di Madiun, otomatis Madiun akan lebih dulu melaksanakan tes,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.