Filosofi “Humility” Beny Dewo

Yovie Wicaksono - 22 April 2018

SR, Surabaya – Pelukis Beny Dewo menggelar pameran lukisan tunggal bertema “Humility”/“Kerendahan hati/ andhap asor” di AJBS Art Gallery, Jalan Ratna Surabaya. Pameran yang dibuka oleh seniman ludruk Cak Kartolo ini berlangsung mulai Sabtu (21/4/2018) hingga Senin (30/4/2018).

Ini adalah pameran tunggal ketujuh yang berhasil digelar Beny Dewo. Sebelumnya, pelukis kelahiran Sidoarjo ini pernah menggelar pameran bertema “Tradisi Bali” (1994), “Back To Nature” (2002), “Ruwat Bumi” (2003), “Ada Gula ada Semut” dan “Kesemutan” (2004, 2005).

Dalam pameran kali ini, Beny Dewo ingin menampilkan makna filosofis tentang hidup. Menurut praktisi budaya, Henry Nurcahyo, humility adalah falsafah hidup yang merendahkan diri tanpa menghilangkan wibawa diri. Ini merupakan wujud dari tingginya budi yang telah penuh terisi pengetahuan dan pengalaman, serta merunduk seperti tanaman padi yang siap dipanen.

“Menurut saya Beny memilih sebuah tema yang tepat, yang sangat kontekstual dalam situasi masyarakat kita selama ini. Merunduk atau menunduk itu merupakan sebuah sikap rendah diri, andhap ashor, tidak adigung adigang aduguna dan sikap tidak mentang-mentang seenaknya sendiri, mau memandang ke tanah atau bumi tempat manusia berasal,” kata Henry.

Semua objek lukisan yang ditampilkan adalah manusia tanpa wajah merupakan sebuah filosofi, kalau semua manusia sama derajatnya, tidak memandang tampan, cantik atau jelek. Lukisannya pun juga menunjukkan jabatan setinggi apapun dan kekayaan yang melimpah, tidak ada artinya.

“Beny melukis apa adanya, apa kata hatinya, menurut saya lukisan ini bukan merupakan lukisan aliran, namun lukisan-lukisan yang simbolis, yang menyimbolkan sesuatu, bersifat impresif mengajak kita semua untuk bersikap rendah diri, andhap ashor yang dibahasakan Beny dengan “Humility”,” ujar Henry.

Dalam lukisan tersebut, Beny memilih dominasi warna emas/gold, kuning dan gelap. Objek gambar yang ditampilkan tidak meninggalkan simbol tradisi dan budaya yang cenderung tenang, seperti dominasi orang yang menundukkan kepala dengan ekspresi dan gesture kelembutan, ketenangan jiwa dan welas asih.

Beberapa judul dalam lukisan Beny diantaranya adalah “I Proud of You”, ‘The Glory of Humility”, “My Crown”, “Secret” dan “We are on you”.

Sementara itu, Cak Kartolo berharap pameran ini berjalan dengan sukses, mengingat minimnya minat masyarakat terhadap kesenian. Beny sendiri tidak bisa hadir dalam pameran ini, karena mengalami kecelakaan sehari sebelum pameran lukisan dibuka pada Jumat malam (21/4/2018). (mr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.