Film Keluarga Cemara Raih Berbagai Penghargaan, Ini Tanggapan Sutradara

Yovie Wicaksono - 17 March 2019
Salah Satu Penikmat Film Berswafoto dengan Sutradara dan Pemeran Keluarga Cemara Dalam Acara Meet and Greet Keluarga Cemara di CGV Cinemas, BG Junction Surabaya, Sabtu (5/1/2019). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Film Keluarga Cemara yang diangkat dari serial legendaris dengan judul yang sama di era 90’an, mendapatkan lima penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi di dunia perfilman Indonesia yang digelar belum lama ini, yakni Indonesia Movie Actors Award (IMAA) 2019.

Sutradara Film Keluarga Cemara Yandy Laurens turut senang dengan penghargaan yang didapatkan para pemain film tersebut, seperti Pemeran Utama Wanita Terbaik yang didapatkan Nirina Zubir, Pemeran Wanita Pendukung Terbaik yang didapatkan Asri Welas, Pemeran Pasangan Terbaik yang didapat Nirina dan Agus Ringgo, Pemeran Anak-Anak Terbaik yang didapat Zara JKT48, serta Ansambel Terbaik.

“Waktu denger nama pemain yang kepilih itu menang saya beneran ikut senang, apa yang mereka kerjakan bisa diapresiasi sama masyarakat, karena saya tau sekali proses yang dijalani tiap pemain panjang sekali. Bisa dibilang ini debut film panjang saya, tapi tidak bagi mereka, karena mereka jauh lebih pengalaman, tapi semuanya mau rendah hati untuk bisa kembali seperti dari nol lagi, sama-sama mencari, menggali, dan berkarya bareng,” ujar Yandy kepada Super Radio, pada Minggu (17/3/2019).

Selain mendapatkan penghargaan di IMAA 2019, Film Keluarga Cemara juga mendapatkan enam penghargaan dari dua kategori di Piala Maya 2019, serta berada di peringkat kedua film yang paling banyak ditonton di Indonesia.

“Waktu tau jumlah penontonnya banyak, dalam hati itu saya lebih melihatnya dibalik angka itu ada keluarga-keluarga yang bisa nikmati keluarganya di rumah,” ujar sineas muda ini.

Yandy mengatakan, berbagai penghargaan yang didapatkan Film Keluarga Cemara ini didedikasikan kepada penonton keluarga Indonesia.

“Penghargaan ini dikembalikan kepada penonton keluarga Indonesia, tapi efek yang lebih besar adalah apa yang mereka bawa pulang setelah nonton, dan mungkin ada prespektif baru tentang menikmati keluarga bisa sesederhana ini loh, dengan ngobrol dari hati ke hati, dengan saling memiliki aja udah cukup buat kita jalani tantangan kedepan, itu yang mau kita dedikasikan kepada penontonnya,” kata Yandy.

Yandy juga mengaku, kini telah memiliki rumah produksi sendiri yang dinamai Cerita Films yang dimana tahun ini akan membuat film panjang bekerjasama dengan Fourcolours Films milik Ifa Isfansyah.

“Sekarang sudah bikin rumah produksi sendiri namanya Cerita Films, ya rencana kita mau bikin film panjang bareneng sama Fourcolours Films punya Ifa Isfansyah tahun ini, dan sekarang lagi proses development,” ujarnya.

Sebagai sutradara, Yandy menilai perfilman Indonesia saat ini sedang bertumbuh dari semua lini, hanya saja bagaimana generasi muda merespon kesempatan tersebut.

“Perfilman Indonesia saat ini sangat bertumbuh, minat penonton Indonesia untuk film lokal sudah tinggi, sekolah film juga sudah makin banyak, saya dengar wacana para eksebitor memperbanyak jumlah layarnya itu cukup gencar, investor juga udah makin banyak, pemerintah juga, sebenarnya semua lini sudah bertumbuh dengan baik, tinggal bagaimana kita nih generasi muda merespon kesempatan besar ini dengan tanggung jawab yang sama besarnya,” kata Yandy.

Menurut Yandy, familiarity dan kedekatan adalah hal yang membedakan perfilman Indonesia dengan Film Hollywood dan Film Asia lainnya.

“Familiarity tentang filmnya pasti lebih tinggi, biar bagaimanapun melihat wajah kita-kita sendiri ada di layar bioskop itu menciptakan kedekatan yang tidak tergantikan dengan film apapun, jadi kedekatan dan familiarity itu yang menjadi perbedaan signifikan,” kata Yandy. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.