Festival Teknologi Inovatif Upaya Merangsang Inovasi di Kalangan Muda

Petrus - 22 July 2018

SR, Banyuwangi – Rangkaian event Banyuwangi Festival (B-Fest) tidak hanya menampilkan agenda fesyen, atraksi seni budaya, ataupun sport tourism. Akhir pekan ini, B-Fest menghadirkan beragam karya inovatif pemuda Banyuwangi. Mulai dari teknologi kapal cepat, inkubator untuk telur ikan, hingga pengolahan potensi SDA lokal.

Ada 40 karya inovatif dari pemuda Banyuwangi yang dipamerkan dalam Festival Tekonologi Inovatif, yang digelar selama dua hari 20-21 Juli 2018, di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka Fetival Tehnologi Inovatif mengatakan, even ini digelar sebagai upaya untuk merangsang daya inovasi anak muda. Hal ini sangat dibutuhkan agar mereka bisa memunculkan solusi atas masalah di lingkungannya.

“Ini sebagai cara untuk memantik kreasi dan inovasi anak muda agar gemar bereksperimen dan mencari solusi atas persoalan di lingkungannya. Penemuan sederhana seperti remote lampu via sms dari Kecamatan Tegalsari itu, mesti sederhana tapi juga sebuah teknologi yang bermanfaat,” jelas Anas.

Selain itu, lanjut Anas, even ini juga sebagai ruang bagi para inovator teknologi.

“Inovasi teknologi pedesaan yang telah ada maupun hasil riset yang dibuat oleh kampus kita munculkan. Biar publik tahu bagaimana proses lahirnya sebuah inovasi. Bahwa teknologi tidak hanya penemuan besar, tapi hal-hal sederhana juga bisa,” jelas Anas.

Festival ini pun disambut antusias masyarakat, temuan-temuan teknologi yang ditampilkan dalam stand-stand cukup mengundang decak kagum masyarakat. Salah satunya teknologi kapal cepat yang digerakkan dengan drone. Karya dosen Fakultas Teknik Perkapalan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) ini menjadi tontonan menarik.

Sementara itu ditempat yang sama, Hery Inprasetyobudi, Dosen Teknik Perkapalan Politeknik Negeri Banyuwangi mengatakan, kapalnya memiliki kelebihan, di antaranya kemudi bisa dikendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan drone. Meskipun sebelumnya kapal ini biasa dikendalikan dengan mode manual dan joystick.

“Kapal ini kami buat cukup cepat hanya dalam waktu 4-6 bulan. Harapan kami temuan ini bisa menjadi teknologi baru dan menginspirasi,” katanya.

Kapal dengan bentuk yang stylish, layaknya kapal cepat modern. Berbahan fiber glas, dengan panjang 5 meter, lebar 1,8 meter dan tinggi 0,8 meter, dengan kecepatan 40 knot. Selain kapal, di festival juga ada teknologi pengendali lampu dengan menggunakan sms buatan warga Tegalsari, Kecamatan Tegalsari. Dengan alat ini masyarakaat tidak perlu khawatir jika lupa mematikan lampu saat berpegian.

“Cukup sms dan lampu di rumah anda akan mati otomatis,” kata inovatornya.

Selain itu juga ada teknologi inkubator telur ikan nila karya mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi.

“Alat ini bisa mempercepat siklus penetasan ikan nila lebih cepat dari pada penetasan yang alami. Kalau yang alami bisa mencapai 3 minggu, dengan alat ini bisa dipercepat hanya 2 minggu,” kata Ahmed Sultan, penemu alat ini.

Di sana juga ditampilkan teknologi pengolahan produk pertanian, seperti pengembangan produk baru dari sayuran kelor, mangrove, dan jeruk, menjadi beragam makanan olahan. Di antaranya ada olahan burger kelor, nuget tempe dan kripik dari buah jeruk.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.