Festival Methik Desa Glinggang

Yovie Wicaksono - 25 March 2018

SR Ponorogo – Ratusan ingkung dan hasil bumi diarak keliling desa oleh masyarakat Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Tidak hanya ingkung, bahkan berbagai tumpeng dan ratusan warga dengan pakaian adatnya juga ikut meramaikan Festival Methik Desa Glinggang. Budaya methik sendiri adalah suatu prosesi adat yang dilakukan masyarakat jawa menjelang musim panen padi.

“Ini adalah salah satu wujud syukur kita karena pertanian di desa Glinggang ini bisa melimpah dan masyarakatnya mempunyai sumber daya alam yang cukup bagus,” kata whisnu HP sebagai penggiat seni Ponorogo seusai melakukan prosesi Methik, Sabtu (24/3/2017).

Dalam Festival Methik ini, terdapat lebih dari 300 ingkung dan tumpeng yang juga turut diramaikan oleh budayawan dari luar negeri. Selain itu juga ada puluhan mahasiswa dari Institut Seni Indonesia (ISI) yang juga meramaikan Festival Methik.

“Kedepannya kami ingin ini menjadi barometer desa-desa di Ponorogo untuk lebih kreatif dan menjadi sebuah wisata budaya tahunan selain grebeg suro,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Glinggang, Riyanto menjelaskan ini adalah Festival yang ke dua kalinya. Untuk tahun ini, peserta dan ingkungnya lebih banyak dari tahun 2017. Selain itu juga ada puluhan orang-orangan sawah yang ditata rapi di sepanjang jalan desa sebagai hasil kreativitas warga.

Untuk acara ini, secara swadaya warga di setiap RT membuat ingkung dan tumpeng yang dihias dengan kreativitas masing-masing. Setiap RT juga diwajibkan untuk membuat gubuk sawah yang digunakan untuk purak ingkung seusai Methik.

“Bahkan satu RT ada yang membuat lebih dari 30 ingkung, ini adalah bentuk shodaqoh warga karena hasil pertaniannya tahun ini bagus,” kata Riyanto. (gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.