Fenomena Sumur Ambles di Kediri, Warga Kesulitan Air Bersih

Petrus - 27 April 2017
Sumur ambles milik warga Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, membuat masyarakat resah dan kesulitan mendaptkan air bersih (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Dalam rentang waktu tiga hari, sekitar 60 sumur milik warga di tiga dusun di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, mendadak ambles. Secara pasti belum dapat dijelaskan penyebab amblesnya sumur milik wargadi tiga dusun, yakni Dusun Nanas, Dorok, dan Jambean.

Akibat fenomena sumur ambles, kini ratusan warga yang terdampak di tiga dusun kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih. Sementara itu pengakuan warga yang sumurnya belum ambles, mengatakan bahwa air sumur miliknya sudah tidak dapat digunakan lagi untuk mandi karena sudah tidak bersih.

“Airnya sudah tidak bersih, keruh, lagi pula keluar busa berwarna kecokelatan seperti lumpur,” ujar Siti Maesuroh, istri Kepala Dusun Nanas, Desa Manggis.

Di Dusun Nanas, sedikitnya ada 17 sumur milik warga yang kini ambles. Saat ini sample aie sumur sudah diambil oleh petugas untuk diteliti kandungan airnya. Fenomena sumur ambles ini kata Siti, sudah berlangsung sejak tiga hari terkahir hingga hari ini terus bertambah jumlah sumur yang ambles.

“Ini tadi sudah tambah lagi, ada tiga warga yang melapor sumurnya ambles,” kata Siti, Kamis (27/4/2017).

Informasi yang dihimpun Superradio menyebutkan, bahwa sebelum sumur ambles atau ambrol kebawah, terjadi gejala-hejala seperti naiknya debit air sungai, serta diikuti munculnya buih seperti lumpur yang meluap ke atas. Tidak lama kemudian sumur ambles ke bawah.

Karena takut amblesan tanah menjalar kemana-mana, beberapa warga yang memiliki sumur kemudian menutup sumurnya dengan tanah yang ada di sekitar sumur.

“Tanda-tandanya air keruh, waktu dilihat sumur sudah dalam kondisi kropos, terus di dalam sumur keluar busa,” tutur Handoko warga Dusun Nanas, Desa Manggis.

Sehari sebelumnya, Wakil Bupati Kediri Maskuri, bersama Muspika Kecamatan Puncu telah melakukan pengecekan dan pendataan kepada warga yang terdampak. Namun, hingga kini pihak BPBD Kabupaten Kediri belum dapat menyimpulkan penyebab fenomena alam tersebut.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.