Estetika Nusantara SMAK Santa Maria Surabaya

Yovie Wicaksono - 28 April 2018
Pentas Seni di SMAK Santa Maria Surabaya, Sabtu (28/4/2018). Foto : (Super Radio/Nirwasita Gantari)

SR, Surabaya – SMAK Santa Maria Surabaya mengadakan pentas seni bertajuk “Estetika Nusantara”, Sabtu (28/4/2018). Pentas seni ini sekaligus untuk memperingati Hari Tari Internasional (World Dance Day).

Ketua Panitia Pentas Seni, Katarina Ratna Ameliawati mengatakan, acara ini untuk lebih mengenalkan  seni tari, musik, dan drama telah menjadi bagian dari budaya manusia sepanjang sejarah. Selain itu, juga untuk memperkuat pendidikan karakter siswa ditengah pesatnya perkembangan teknologi Informasi.

Perempuan yang akrab disapa Amel ini berharap acara ini bukan hanya untuk pengambilan nilai saja, tetapi sebagai sarana untuk generasi muda mengenal budayanya sendiri, menggali minat, dan melestarikan budaya Indonesia.

“Anak-anak praktik langsung tentang pengetahuan tari dan musik, manajemen panggung, serta koreografinya. Saya berharap, budaya adi luhung ini akan terus dilestarikan oleh anak-anak, merekalah pemegang tongkat estafet generasi muda yang berkarakter,” ujarnya kepada Super Radio.

Total ada delapan reportoar pentas seni yang ditampilkan oleh 280 siswa kelas 11 SMAK Santa Maria. Berbagai jenis konsep tari dan musik yang diusung murni dari ide dan gagasan siswa, guru hanya mengawasi dan memberi masukan.

Beberapa penampilan dalam pentas seni ini diantaranya adalah “Ada Pesona Raya”, “Asmarah”, “Ada Apa Dengan Coffe (AADC)”, “Newsantara” dan “Kontras”.

Penampilan Salah Satu Peserta Pentas Seni di SMAK Santa Maria Surabaya, Sabtu (28/4/2018). Foto : (Super Radio/Nirwasita Gantari)

 

Koreografer Newsantara, Veronika Cathleen Jane mengatakan, untuk pentas ini, kelompoknya telah berlatih sejak bulan Februari. Newsantara sendiri  menghadirkan tari balet, modern dance, dan tarian lain yang dipadukan dengan gerakan tari remo.

“Pesan yang ingin kita sampaikan adalah kita boleh menerima budaya dari luar, dari barat. Tapi jangan sampai kita melupakan budaya kita sendiri sebagai identitas negara” ujarnya.

Pentas seni ini merupakan kegiatan rutin sekolah  yang digelar di setiap semester dua pada bulan April atau Mei untuk siswa kelas 11 SMA Santa Maria untuk pengambilan nilai. Ide, merupakan kriteria awal dari penilaian, disusul kemudian penilaian praktik saat pentas.

Kendala yang dialami siswa selama berlatih untuk pagelaran seni ini adalah pembagian waktu saja, karena sejak kelas 10 mereka sudah terbiasa dilatih tari, musik, dan drama. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.