Elemen Masyarakat di Jawa Timur Diajak Tangkal Hoax

Petrus - 17 March 2018
Deklarasi FKUB bersama Forkopimda Jawa Timur (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Elemen masyarakat di Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk memerangi berita palsu atay hoax, karena dapat merusak serta menghancurkan negara Indonesia. Hal ini dilakukan pada acara Cangkrukan Kamtibmas Forkopimda Jawa Timur, bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur, di Loby Tri Brata, Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Jumat (16/3/2018).

Komitmen memerangi hoax, menurut Gubernur Jawa Timur Soekarwo,  harus disebar uaskan ke seluruh lapisan masyarakat, agar masyarakat tidak serta merta mempercayai pemberitaan yang beredar dari  sumber yang belum pasti.

“Pemprov Jatim akan memberikan dukungan penuh dan serius terhadap kegiatan yang bertujuan menyosialisasikan bahaya hoax,” kata Soekarwo.

Deklarasi yang diselenggarakan FKUB bersama Forpimda Jawa Timur ini merupakan salah satu upaya menangkal hoax, serta meningkatkan kerukunan umat beragama, demi tercapainya kehidupan masyarakat yang damai di Jawa Timur terutama menjelang Pilkada.

Kerja sama antar masyarakat, termasuk di dalamnya ada Polisi, TNI, mahasiswa, dosen, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, perlu dilakukan melalui pendekatan terhadap masyatakat untuk bijak menyikapi kebenaran sebuah informasi.

“Tidak lupa, dalam penyebarluasan informasi juga perlu peran serta dari media massa. Masyarakat luas harus tahu bahwa Pemerintah memiliki komitmen penuh dalam memerangi hoax,” ujar Soekarwo.

Dakwah juga dapat dijadikan sebagai sarana menangkal hoax, melalui peran serta tokoh agama. Ketika berdakwah, dalam suasana bercanda dapat disisipkan penjelasan bahaya hoax dari sudut keagamaan. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa Nomor 24/2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermualah di Medsos.

“Lembaga lain juga harus menyiarkan secara terus menerus akan kebenaran informasi, bukan menyebarkan kebencian. Hal semacam ini menjadi prioritas Pemprov Jatim,” imbuhnya.

Dalam Deklarasi FKUB, juga dilakukan penandatanganan komitmen untuk menjaga Provinsi Jawa Timur tetap aman dan kondusif. Menurut Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin, munculnyan setiap isu harusn segera diatasi, sehingga tidak berlarut dan kerukunan tetap terjaga.

“Ada upaya antisipasi, maka dari itu FKUB Jatim diundang  untuk bersama menjaga stabilitas keamanan Jatim,” terang Machfud Arifin.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.