Ecobriks untuk Kelestarian Gili Ketapang

Yovie Wicaksono - 8 September 2018
Ecobrick, Bukti Kreativitas Selamatkan Lingkungan. Foto : (ultimagz.com)

SR, Surabaya – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mendonasikan 800 ecobricks (botol plastik berisi sampah) untuk pelestarian lingkungan di Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo.

“Ke-800 botol ecobricks yang dibuat oleh 2.693 mahasiswa baru ini sebagai wujud untuk membangun kesadaran seluruh masyarakat kampus termasuk mahasiswa baru agar bertanggung jawab dengan sampahnya sendiri,” kata Rektor Untag surabaya Dr Mulyanto Nugroho di Surabaya.

Ecobricks, menjadi upaya pembiasaan dalam gaya hidup yang akan terus diterapkan di Untag, terutama dalam pelaksanaan wisuda tahun akademik 2017/2018 Surabaya, Sabtu (8/9/2018).

Nantinya sebanyak 1.417 wisudawan dan tamu pengantar akan mendapat imbauan agar bertanggung jawab dengan sampah yang mereka tinggalkan di kampus “Merah Putih” tersebut.

Nugroho menjelaskan, program yang disebut “eco lifestyle” ini merupakan bagian dari program “eco campus” yang telah meraih juara 1 eco campus se-Surabaya.

“Prestasi ini justru memotivasi kami untuk mewujudkan program-program konkret bagi lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu Community Manager Paiton Energy Nina Budiono mengatakan Untag telah mempelopori pembuatan ecobricks sebagai wujud eco lifestyle.

“Saya mewakili forum CSR Surabaya dan juga mewakili teman-teman di Gili Ketapang Probolinggo mengucapkan terima kasih atas 800 botol ecobricks,” tuturnya.

Nina menambahkan, hasil dari pembuatan ecobricks nantinya akan diserahkan ke pengelola Pantai Gili Ketapang yang menghadapi tantangan rusaknya terumbu karang karena ditambang secara serampangan untuk bahan bangunan. Ecobricks akan menjadi bahan bangunan pengganti batu koral, sehingga ekosistem laut dapat diselamatkan.

Ketua pelaksana Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Untag Dr Rachmawati Novaria berharap program pembuatan ecobricks ini tidak hanya berhenti di tahun ini saja, melainkan akan berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.

“Harusnya bisa berlanjut terus, nanti mungkin kita bisa menyumbang lagi. Jadi program nya bisa berkelanjutan, `sustainable`,” katanya.(*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.