Dukung Program Diversifikasi Energi Ramah Lingkungan, Pemkot Pasang Alat Konverter BBG pada Mobil Dinas

Petrus - 16 October 2017
Petugas memasang alat konverter kit BBG pada kendaraan operasional milik Pemkot Surabaya (foto : Humas Pemkot Surabaya)

SR, Surabaya – Sebanyak 83 mobil operasional milik Pemerintah Kota Surabaya dipasangi alat konverter kit bahan bakar gas (BBG), Senin (16/10/17). Pemasangan konverter kit BBG dilakukan bertahap hingga akhir Oktober 2017.

Menurut Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Kota Surabaya, Noer Oemarijati, pemasangan alat konverter kit BBG ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang telah disosialisasikan oleh Pemerintah Kota Surabaya pada bulan September.

“Ini kita dapat hibah dari Kementerian Lingkungan Hidup sebanyak 83 unit. Pemasangannya akan dilakukan secara bertahap,” kata Noer Oemarijati.

Alat konverter kita BBG pada mobil operasional Pemerintah Kota Surabaya, kata Noer, saat ini hanya bisa dipasang di mobil keluaran diatas tahun 2010, dengan bahan bakan bensin.

Menurut Noer, untuk saat ini, alat konverter kit tersebut hanya bisa dipasang di kendaraan keluaran di atas tahun 2010 yang berbahan bakar bensin. Pemasangan alat konverter dilakukan pada 33 unit mobil dinas hasil pengembalian dari DPRD Surabaya, serta 50 unit mobil pengadaan tahun 2017. Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah memiliki 25 unit mobil dinas yang dilengkapi alat konverter.

Sedangkan untuk kendaraan dinas mesin diesel berbahan bakar solar, belum dapat dilakukan pemasangan alat konverter. Pemasangan alat konverter BBG pada mobil dinas mesin diesel juga dirasa penting, karena kebanyakan mobil dinas milik Pemkot Surabaya berbahan bakar solar, seperti mobil operasional di 33 kecamatan serta mobil operasional di Satpol PP, Linmas, dan dinas teknis.

“Untuk kendaraan diesel masih belum. Kami berharap kementerian LH menfasilitasi untuk yang diesel, karena mobil kita banyak yang diesel,” ujar Noer.

Pemasangan alat konverter kit pada mobil dinas, lanjut Noer, sangat diperlukan sebagai upaya diversifikasi energi yang ramah lingkungan, dalam rangka menyukseskan program bauran energi yang dicanangkan pemerintah.

“Manfaatnya sangat besar. Selain ramah lingkungan, juga bagus untuk efisiensi,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, staf vendor Perusahaan Gas Negara (PGN), yang bertugas memasang konverter kit, Ardi mengatakan, alat konverter dipasang pada body mesin, sementara untuk tabung gas dengan kapasitas 200 bar diletakkan di bagian bagasi mobil.

Tabung 200 bar itu kata Ardi, berkapasitas setara 15 liter premium. Selain itu, konverter kit juga dilengkapi alat switch, untuk mengalihkan mesin secara otomatis ke penggunaan bahan bakar bensin bila kapasitas tekanan pada tabung mulai rendah.

“Ini sistemnya untuk yang kendaraan besin. Kalau untuk diesel, speknya beda. Ada tambahan alat-alat lain,” kata Ardi.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.