Driver Online Jatim Tolak Sistem Ganjil Genap

Yovie Wicaksono - 4 December 2018
Ilustrasi

SR, Surabaya –  Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur menolak rencana pemberlakuan sistem ganjil genap dengan kota Surabaya sebagai proyek percontohan. Mereka menilai pemberlakuan sistem ganjil genap bukan solusi terbaik untuk mengatasi kemacetan di Jawa Timur, atau kota Surabaya pada khususnya.

Humas PDOI Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong mengatakan, selain bukan solusi mengatasi kemaceten, pemberlakuan sistem ganjil genap juga merugikan driver online dan pengguna, karena tidak bisa leluasa untuk bekerja.

“Sistem tersebut juga akan menimbulkan masalah baru, yakni  bertambahnya pengangguran dan membuat driver online tidak produktif serta kesulitan membayar angsuran karena hanya bisa bekerja sesuai aturan ganjil genap,” ujar Daniel kepada Superradio, Selasa (4/12/2018).

Daniel meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub Jawa Timur) untuk meninjau kembali rencana pemberlakuan sistem ganjil genap. Pihaknya juga meminta audiensi dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur.

Dalam upaya mendapatkan dukungan masyarakat, PDOI Jawa Timur juga telah membuat petisi di www.petisionline,net dan sudah ditandatangani lebih dari 125 orang hingga 17.30 WIB hari ini. Petisi ini dibuat sebagai dasar acuan untuk aksi damai menolak pemberlakuan sistem ganjil genap di Jawa Timur.

PDOI Jatim juga berencana akan menggugat melalui uji materiil ke Mahkamah Agung (MA) jika aturan ini benar-benar diterapkan di Jawa Timur. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.