Dongeng Kodok yang Cerdik Ajarkan Anak Tidak Serakah

Yovie Wicaksono - 17 March 2019
Kak Harris dan Ayis Menghibur Pengunjung Mall DTC Wonokromo, Surabaya, pada Minggu (17/3/2019). Foto : (Harris Rizki)

SR, Surabaya – Dengan mengenakan kostum casual lengkap dengan topinya, Kak Harris dan Ayis membawakan dongeng kodok yang cerdik untuk menghibur ratusan pengunjung Mall DTC Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (17/3/2019).

“Hari Minggu adalah hari keluarga, dan kali ini saya (Kak Harris) bersama Ayis menghibur pengunjung Mall DTC Wonokromo dengan mendongeng tentang DokDik (Kodok yang Cerdik),” ujar pria yang memiliki nama lengkap, Harris Rizki (35) ini kepada Super Radio.

Harris menjelaskan, melalui dongeng Kodok yang Cerdik ini, ia ingin menyampaikan pesan kepada anak-anak pengunjung Mall DTC Wonokromo untuk tidak serakah.

“Dongeng Kodok yang Cerdik ini berpesan agar anak-anak itu tidak boleh serakah, biasanya anak-anak kalau sudah diberi sama orang tua, dia itu meminta lagi dan lagi, sehingga tidak tau susahnya orang tua mencari nafkah, nah kita memperkenalkan bagaimana kedekatan, dan sikap yang harus dilakukakan anak kepada orang tua jika sudah diberi ya sudah, syukuri dan tidak boleh serakah,” kata Harris.

Terlebih, membiasakan selalu menuruti permintaan anak juga tidak baik, karena dengan selalu menuruti permintaan anak akan membuat anak menjadi pribadi yang semaunya sendiri, egois, dan mementingkan diri sendiri tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya, maupun kemampuan orang tuanya dalam memenuhi permintaan sang anak.

Selain memberikan dongeng, Kak Harris dan Ayis sekaligus menjadi pembawa acara dalam Lomba Vlog Kuliner, Lomba Mewarnai, dan Lomba Fashion Show Batik yang digelar oleh pihak Mall DTC Wonokromo.

Untuk lomba vlog diikuti kurang lebih 20 orang dengan usia 15 sampai dengan 40 tahun, lalu lomba mewarnai diikuti oleh 38 peserta dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK), sedangkan lomba fashion show diikuti kurang lebih 30 peserta mulai dari tingkat TK, Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Lomba ini digelar untuk melatih kemandirian anak, melatih keberanian anak untuk tampil, unjuk kebolehan dengan bakat mereka mulai dari mewarnai, fashion show, dan membuat vlog, serta mengeksplore kemampuan mereka, dan kita juga mengingatkan peran orang tua untuk mendukung anak dengan bakat yang dimilikinya,” kata Harris. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.