Doa Bersama Warga Kediri Untuk Pancasila dan Kebhinnekaan

Petrus - 22 May 2017
Aksi doa bersama Kediri untuk NKRI (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Lebih dari 100 orang dari Forum Solidaritas Kediri Raya menggelar doa bersama dengan tajuk “Kediri Raya untuk NKRI” di Taman Sekartaji, Kota Kediri, Minggu (21/5/2017) sore. Kegiatan doa bersama diikuti berbagai elemen masyarakat lintas agama dan latarbelakang. Selain doa bersama, juga diisi dengan orasi kebangsaan, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, serta membacakan pernyataan sikap.

Aksi simpatik yang mengangkat tema Perdamaian untuk Menjaga Kebhinnekaan Demi Keutihan NKRI, menegaskan mengenai penolakan terhadap segala bentuk radikalisme. Selain itu juga diserukan untuk mewujudkan Kediri Raya sebagai ikon anti diskriminasi, ikon perdamaian, serta untuk merawat Pancasila dan Kebinnekaan dalam bingkai NKRI.

Menurut Ketua Pelaksana, Jennie Latumahina, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk lebih mencintai Indonesia, melalui menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

“Acara kita singkat, yang membuat kami sedih, banyak yang disuruh pulang,” kata Jennie.

Meski demikian acara gelar doa bersama Kediri Raya ini masih tetap berlangsung, dengan pengamana dari aparar kepolisian.

Jalanya aksi simpatik tersebut mendapat perhatian dari petugas ke polisian yang disiagakan dilokasi.

“Keberhasilan acaran ini bukan dari jumlahnya, tetapi dari semangat kebersamaannya yang luar biasa, mereka cinta NKRI,” ujar Jennie.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Anton Hariyadi mengatakan, kegiatan penyampaian pendapat di muka umum harus sesuai dengan UU Nomor 9 Tahun 1989 mengenai penyampaian pendapat di muka umum. Selain itu juga berpedoman pada Perkap Nomor 7 Tahun 2012 tentang pelayanan pengamanan dan penanganan perkara penyampaian pendapat dimuka umum, hari pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pada hari libur, dan lokasinya yang berdekatan dengan instalasi militer.

“Gitat 100 lilin ini tidak jadi dilangsungkan di Simpang Lima Gumul. Demi menjaga situasi Kamtibmas yang sudah Kondusif, pihaknya dan TNI, serta Pemda, sepakat untuk meniadakan kegiatan tersebut,” kata Anton.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.