Disbudparpora Madiun Tinjau Bangunan Cagar Budaya

Fena Olyvira - 5 February 2019
Rumah Kapitan Cina. Foto : (Istimewa)

SR, Madiun – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melakukan peninjauan dan pengecekan terhadap bangunan yang akan dijadikan cagar budaya dan destinasi wisata, yakni Rumah Kapitan Cina.

Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agus Purwowidagdo, Senin (4/2/2019), mengatakan, bangunan yang terletak di Jalan Kolonel Marhadi, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun itu telah diajukan Pemkot Madiun menjadi objek cagar budaya sejak tahun 2018.

“Setelah diajukan, kemudian dari provinsi turun surat rekomendasi disetujui menjadi cagar budaya. Saat ini sedang proses untuk ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya,” ujar Agus kepada Antara.

Menurut Agus, peninjauan dilakukan sebagai persiapan jelang penetapan cagar budaya. Saat dilakukan pengecekan, kondisi bangunan rumah Kapitan Cina masih sangat kokoh, hanya terdapat beberapa titik yang rusak di bagian atapnya, namun tergolong kecil.

Pemkot Madiun juga berencana melakukan revitalisasi jika penetapan dari provinsi sudah keluar. Selain itu, Pemkot Madiun juga akan menerbitkan peraturan wali kota untuk pengaturan bangunan cagar budaya tersebut.

Pemkot juga telah mengundang pemilik bangunan guna diberitahu jika bangunannya telah masuk dalam cagar budaya dan akan segera ditetapkan.

Agus menambahkan, setelah ditetapkan sebagai cagar budaya, bangunan yang memiliki perpaduan arsitektur Cina dan Belanda kuno tersebut akan digunakan untuk lokasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan sejarah.

“Intinya, bangunan ini tidak hanya ditetapkan sebagai cagar budaya saja, namun juga digunakan sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Madiun,” katanya.

Data Disbudparpora mencatat terdapat 21 bangunan di Kota Madiun yang akan ditetapkan sebagai cagar budaya dan saat ini sedang menunggu proses penetapannya dari provinsi.

Ke-21 objek cagar budaya yang akan ditetapkan tersebut, meliputi bangunan bersejarah tempat ibadah, pendidikan, maupun pusat pemerintahan.

Di antaranya adalah Masjid Kuno Taman dan Kuncen, bangunan Balai Kota Madiun, SDN 01 dan 02 Kartoharjo. Lalu, Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Gamaliel, kompleks Gereja Santo Cornelius, bangunan sekolah Santo Bernardus.

Kemudian, Rumah Kapitan Cina di Jalan Kolonel Marhadi dan Jalan Kutai. SDN 05 Madiun Lor, SMPN 1, 3 dan 13 Kota Madiun, bangunan SMAN 1 Kota Madiun, dan gedung Bakorwil Madiun.

Selain itu, Stasiun Besar Madiun, Klenteng Hwi Ing Kiong, kompleks Pabrik Gula Rejo Agung dan rumah dinasnya, dan menara air Sleko. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.