Diplomasi Bulu Tangkis ala Presiden Jokowi

Petrus - 4 May 2018
Presiden Joko Widodo mengajak Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah bermain bulu tangkis (foto : Superradio/Nina Suartika)

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengajak Sultan Brunei Darussalam Sultan Haji Hassanal Bolkiah bermain bulu tangkis. Dikatakan oleh Presiden Jokowi, persahabatan antar negara tidak selalu dilakukan dalam sebuah forum yang formal saja. Menurutnya, bermain bulu tangkis seperti ini merupakan salah satu bentuk soft diplomacy.

“Memang saya tahu Sultan Hassanal Bolkiah itu hobinya badminton. Saya pernah bertanya dan beliau menjawab, sehari beliau tiga kali badminton. Sekali main tiga set. Sehingga waktu di Asian Summit, Australia, dan kemudian di Singapura, saya mengajak beliau untuk datang ke Indonesia main badminton,” ujar Presiden Jokowi, usai bertanding bulu tangkis dengan Sultan Hassanal Bolkiah, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Presiden Jokowi mengenakan jaket Asian Games ketika hendak bertanding. Saat bertanding bulu tangkis, ia berpasangan dengan salah satu peraih emas Olimpiade, Alan Budi Kusuma. Sementara Sultan Bolkiah berpasangan dengan Hendry Saputra, pelatih tunggal putera. Permainan berlangsung seru dengan kedudukan akhir 25-25.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Sultan Bolkiah juga menyaksikan atraksi dan demonstrasi latihan gabungan prajurit TNI. Jokowi yang telah tiba terlebih dahulu menyambut kedatangan Sultan Bolkiah di depan teras Gedung Jenderal Sudirman. Keduanya tampak mengenakan seragam loreng dan baret. Presiden Jokowi memakai baret hitam, sementara Sultan Bolkiah memakai baret merah.

Beberapa atraksi yang ditampilkan antara lain rampak gendang. Kemudian ada juga atraksi seni beladiri. Terakhir, keduanya menyaksikan simulasi penyelamatan sandera. Setelah itu, keduanya berjalan kaki menuju pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Salah satu potensi kerja sama Brunei-Indonesia yang terus ditingkatkan, adalah penjualan produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Indonesia. Brunei tertarik dengan kendaraan armoured personnel carrier dan persenjataan.

“Tadi sudah dalam proses dan memang sudah kita perintah untuk segera diproses mengenai pembelian yang ada di Pindad, baik berupa senjata maupun tank Anoa. Kemudian kita tadi juga menawarkan kapal, beliau tadi menyampaikan masih dihitung-hitung dulu. Kita juga menyampaikan untuk pembelian pesawat CN, juga beliau menyampaikan masih kita hitung-hitung dulu,” kata Jokowi.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.