Dinkes Surabaya Siapkan Imunisasi Massal Cegah Difteri

Petrus - 18 January 2018
Ilustrasi. Vaksinasi pada balita di RKZ (foto : Istimewa)

SR, Surabaya – Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di Jawa Timur menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Imunisasi massal dengan pemberian vaksin untuk mencegah penyakit Difteri, dilakukan melalui program Outbreak Response Immunization (ORI).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, akan melakukan imunisasi massal dengan pemberian vaksin untuk mencegah penyakit difteri melalui program Outbreak Response Immunization (ORI). Langkah ini dilakukan sebagai respon cepat terhadap berkembangnya kasus difteri di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, salama tahun 2017 terdapat 29 kasus Difteri di Surabaya, 28 dinyatakan negatif dan 1 dinyatakan positif pada akhir 2017 lalu.

“Nanti kita akan lakukan program ORI di seluruh tingkat kecamatan dan kelurahan, kita lakukan secara massal,” kata Febria Rachmanita.

Penyakit Difteri diakui dapat menyebabkan kematian. Sebelumnya, orang yang terkena Difteri akan mengalami kondisi demam, sakit pada tenggorokan, terdapat selaput abu-abu yang bisa membesar dan menyumbat aliran saraf dan jantung di pangkal tenggorokan, yang akhirnya dapat menyebabkan kematian. Maka, imunisasi massal melalui program ORI akan dilakukan pada anak usia 1 hingga dibawah 19 tahun.

“Kita punya sasaran untuk yang dibawah 19 tahun mencapai sekitar 753.498 orang. Usia 19 tahun kurang sehari juga tetap akan kita lakukan imunisasi,” ujar Febria.

Data Dinkes menyebutkan, 24 orang usia dibawah 10 tahun, usia 26 hingga 30 tahun sebanyak 3 orang, dan 1 orang usia diatas 60 tahun terkena Difteri pada tahun 2017. Mereka terkena Difteri dimungkinkan karena tidak menerima imunisasi secara lengkap.

Kedepan, program ORI akan dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu pada Februari, Juni, dan Desember 2018. Dinkes Surabaya, kata Febria menyiapkan 6.677 pos untuk mendukung berjalannya program ORI, dibantu dari satgas DP5A dan OPD terkait. Selain itu, program ini juga didukung rumah sakit dan perguruan tinggi, dengan total tenaga vaksinator 1.093 orang.

“Untuk vaksin khusus sasaran usia 19 tahun kebawah, nanti akan disiapkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Pemerintah Kota Surabaya juga mempunyai kebijakan program yang sama diluar ORI, yakni sekitar 9.000 petugas lapangan yang akan menerima imunisasi, yaitu petugas lapangan seperti Satpol PP, satgas, petugas kebersihan, serta petugas kesehatan yang rentan terhadap penyakit.

“Seluruh satgas lapangan yang rentan terhadap penyakit juga akan kita lakukan imunisasi tetanus, difteri, dan hepatitis,” imbuhnya.

Selain itu juga ada program kebijakan imunisasi Human Papillo Mavirus (HPV), untuk mencegah meningkatnya penderita kangker, terutama pada anak-anak kelas lima Sekolah Dasar (SD).

“Memang usia yang terbaik itu sekitar 11 sampai dengan 13 tahun, imunisasi akan kita berikan sebanyak tiga kali,” pungkasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.