Dinkes Jatim Beri Perhatian Khusus Kasus DBD di Kediri

Wawan Gandakusuma - 3 February 2019
Kadinkes Jatim, Kohar Hari Santoso saat meninjau penderita DBD di Kabupaten Kediri, Minggu (3/2/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur memberi perhatian khusus terhadap merebaknya demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di kabupaten Kediri. Hal ini diperlihatkan oleh Kepala Dinkes Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, berkunjung ke kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan Unit Pelayanan Kesehatan Puskesmas Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, Minggu (3/2/2019).

Dalam kunjungannya itu, Kohar Hari Santoso sempat bertatap muka dan berdialog dengan 16 Kepala Desa yang sengaja didatangkan untuk diberikan pemahaman mengenai penanganan DBD. Kohar mengatakan, pihaknya datang ke Kabupaten Kediri karena melihat jumlah penderita DBDnya sangat menonjol dibandingkan daerah lain.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri sudah cukup berupaya untuk menekan jumlah penderita penyakit demam berdarah melalui Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN),” ujar Kohar.

Namun, dari hasil diskusi yang sudah dilakukan, ia berharap PSN dapat ditingkatkan lagi secara mutu, melibatkan orang banyak, serentak dilaksanakan dan terjadwal dengan baik. Kohar juga menginginkan agar dinas terkait intens memberikan pemahaman dan meningkatkan sosialisasi DBD kepada masyarakat.

“Maka hasil dari kegiatan PSN ini masyarakat harus rutin ngosek kamar mandi seminggu sekali. Kemudian yang melakukan monev (monitoring dan evaluasi) dari aparatur kesehatan, Kelurahan, Kecamatan setiap tiga bulan sekali di rumah penduduk,” pinta Kadinkes Jatim.

Selesai pertemuan dengan sejumlah Kepala Desa, Kohar Hari Santoso kemudian bergegas menuju Puskesmas Ngadiluwih untuk melihat kondisi pasien DBD yang dirawat. Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinkes Kabupaten Kediri, Adi Laksono beserta staffnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Kediri tercatat menduduki ranking pertama di Jawa Timur, sebagai daerah yang penduduknya paling banyak menderita DBD. Dari rentang waktu Januari hingga awal Febuari 2019 ini, tercatat sebanyak 416 jumlah penderita. Dari jumlah tersebut, 12 diantaranya dinyatakan meninggal dunia, didominasi anak usia 15 tahun ke bawah.

Sementara itu, data akumulatif dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyebut jumlah penderita DBD di Jawa Timur secara keseluruhan tercatat sebanyak 3.686 penderita, dengan angka kematian mencapai 55 orang. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.