Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi Sosialisasikan Mesin Diesel Berbahan Bakar Gas

Yovie Wicaksono - 26 September 2017
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Untung Widiarto, saat serah terima dengan nelayan Muncar (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi terus mendorong sektor perikanan laut dengan memberdayakan nelayan se-Banyuwangi, melalui sosialisasi bagi nelayan tentang mengkonversi mesin bahan bakar minyak ke bahan bakar gas, di Kecamatan Muncar, Selasa (26/9/2017).

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Untung Widiarto mengatakan, Pemkab Banyuwangi terus menggenjot sektor perikanan laut dan pemberdayaan para nelayan di Kabupaten Banyuwangi.

Untuk mengawali, kegiatan di laksanakan di Kecamatan Muncar, kemudian berlanjut ke Kabat dan di lima lokasi sentra perikanan se-Kabupaten Banyuwangi.

“Setelah kami menerima 1.172 unit mesin konversi bahan bakar, kemudian kita lanjutkan dengan uji coba di lapangan, sebelum kami sosialisasikan,” ujarnya.

Para nelayan yang sudah dilatih menggunakan mesin diesel berbahan bakar gas, selanjutnya akan mendapatkan satu unit mesin, as panjang, dua unit tabung gas ukuran tiga kilogram dan satu unit konverter.

Dengan sosialisasi penggunaan mesin berbahan bakar gas ini, diharapkan para nelayan bisa memahami ilmu tentang konversi mesin, dan dapat memanfaatkan serta menerapkan ilmunya di lapangan berkaitan dengan konversi mesin.

Dijelaskan oleh Untung Widiarto, peralatan pendukung konversi ini tidak hanya digunakan untuk mesin pompa air tenaga bensin saja. Namun, alat konversi bahan bakar yang telah didesain tersebut bisa digunakan di berbagai jenis mesin bertenaga bensin, genset dan lainnya yang sudah dimodifikasi dan berfungsi sebagai pengatur, pencampur oksigen dan bahan bakar.

Tentunya dengan konversi tersebut, sangat berpengaruh dengan konsumsi bahan bakar yang awalnya mengunakan bahan bakar minyak dikonversi menggunakan bahan bakar gas. Selain irit, menggunakan alat konversi ini efek gas buang atau emisinya cukup ramah lingkungan, jika menggunakan bahan bakar gas. Kedepan diharapkan sektor perikanan laut semakin ramah lingkungan, dengan memanfaatkan mesin konversi yang sudah dimodifikasi menggunakan bahan bakar gas elpiji.

Sementara itu, Suratno salah satu nelayan asal Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar menuturkan, dirinya merasa senang dengan bantuan alat konversi dari bahan bakar minyak ke gas.

“Saya akan terus mengawal progam yang berkaitan dengan perikanan seperti halnya penerapan ilmu konversi mesin kepada nelayan ini,” ujarnya.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.