Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Temukan Penyakit Cacing Hati Pada Kambing Kurban 

Yovie Wicaksono - 22 August 2018
Petugas memeriksa kondisi organ hewan kurban yang terinfeksi penyakit cacing hati (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, menemukan penyakit cacing hati pada hewan kurban jenis kambing. Temuan ini diketahui saat tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri melakukan sidak di salah satu tempat peribadatan, yang menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di Wilayah Kecamatan Ngasem.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan kemudian merekomendasikan kepada panitia kurban, agar tidak memberikan hati kambing yang terdeteksi adanya penyakit cacing hati itu kepada masyarakat penerima daging kurban. Sedangkan untuk daging dan organ lainya masih dapat diberikan dan layak untuk dikonsumsi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, drh. Tuti Purwaningsih mengatakan, dari 50 ekor kambing yang disembelih hanya satu ekor yang terdeteksi penyakit cacing hati. Petugas melakukan pemeriksan post mortem pada hari ini, meliputi paru, limpa dan organ lainya.

“Hari ini kita melakukan kegiatan pemeriksaan post mortem di Masjid Asolihin, ada 14 ekor sapi dan 50 ekor kambing. Setelah dilakukan pemeriksaan, ada satu ekor kambing yang terdeteksi kena cacing hati (vasiola). Kemudian yang lainya Insyah Allah aman semua dan layak dikonsumsi,” ujar Tuti, Rabu (22/8/2018).

Tuti Purwaningsih memaparkan, tanda-tanda hewan yang terkena penyakit cacing hati dapat diketahui dari ciri ciri fisiknya, seperti bentuk tubuh yang fisik yang kurus dan tidak lincah.

“Kambing atau sapi kelihatan kurus dan kelihatan sakit. Pemeriksaan lebih lanjut jika hewan tersebut belum disembelih, dapat dilihat dari kotorannya. Kotorannya kita periksa dengan mikroskop akan kelihatan telur-telur cacing,” lanjutnya.

Tuti menambahkan, bila ada organ dari hewan kurban yang terinfeksi suatu parasit maka akan berdampak pada kualitas gizi yang ada dalam kandungan daging itu.

“Dikhawatirkan lagi kalau masih ada metasirkarnya, kemungkinan bisa menimbulkan cacingan juga pada manusia,” ujarnya.

Laporan yang masuk ke Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 2.600 titik tempat pemotongan hewan kurban yang tersebar di 26 Wilayah Kecamatan. Pemantauan dan pengawasan dibagi menjadi 6 tim, dan bertugas keliling selama tiga hari untuk mendatangi tempat pemotongan hewan kurban.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.