Di Sumedang, Bela Negara Jadi Materi Khusus Dalam Pelatihan Literasi Media Sosial

Wawan Gandakusuma - 8 December 2018

SR, Sumedang – Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, sepertinya menjadi hal yang penting untuk dirumuskan kembali, disesuaikan dengan konteks kekinian. Demikian pernyataan Asisten Deputi Koordinasi Kesadaran Bela Negara, Brigjen TNI Rufbin Marpaung, ketika menjadi salah satu pemateri di sebuah pelatihan untuk generasi muda di Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (8/12/2018). Pelatihan tersebut bertajuk “Literasi Media Sosial Generasi Milenial Anti Hoax, Dalam Upaya Bela Negara”.

“Program Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara perlu kita rumuskan kembali agar programnya sesuai dengan konteks kekinian dan tidak terkesan militeristik. Oleh karena itu, momentum pelatihan literasi media sosial ini sangat tepat dan relevan, terutama di tengah upaya segenap komponen bangsa dalam membangun bangsa yang berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang budaya dalam identitas Kebhinekaan Indonesia,” papar Rufbin.

Menurut Rufbin, saat ini ancaman bangsa Indonesia sudah berubah dari ancaman terhadap teritori atau geografis, menjadi ancaman yang tidak terlihat atau multidimensi. Dikatakannya, dari beberapa ancaman bangsa seperti terorisme, radikalisme, narkoba, separatisme, pornografi, kegiatan ilegal, serangan siber dan sebagainya, hampir semuanya bertujuan untuk pelemahan sumber daya manusia Indonesia dari identitas kebangsaannya. Maka tidak heran isu-isu tentang degradasi wawasan kebangsaan, saat ini sedang mengemuka.

“Pelemahan human capital ini berdampak kepada munculnya berbagai tantangan bangsa seperti pemahaman dan penghayatan terhadap Empat Konsensus Dasar Negara masih rendah, rasa memiliki terhadap Bangsa dan Negara masih lemah, sebagian generasi muda cenderung terpengaruh gaya hidup hedonisme, individualistik dan materialisme, serta pembelaan negara belum optimal,” imbuh Rubin.

Sementara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumedang, Rohayah Atung, berharap dengan adanya pelatihan literasi media sosial ini, generasi muda di Sumedang bisa memahami semua potensi ancaman yang dapat memecah belah persatuan, melalui materi wawasan kebangsaan dan bela negara.

“Literasi media ini merupakan kemampuan untuk mengakses, menganalisis dan komunikasi informasi melalui media sosial. Ini dipandang relevan dengan konteks kekinian karena penyebarannya sangat mudah. Melalui pelatihan ini diharapkan agar generasi muda di Sumedang bisa paham dan dapat memberikan proses penyadaran kepada masyarakat sehingga berdampak pada kondisi yang kondusif, aman dan nyaman,” tutur Rohayah.

Sekedar diketahui, pelatihan literasi media sosial ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari anggota Purna Paskibraka Indonesia, mahasiswa dan pelajar, serta beberapa organisasi kepemudaan di Kabupaten Sumedang. Dalam kegiatan ini, peserta diberi pemahaman mengenai urgensitas media sosial, identifikasi hoax dan cara memeranginya, serta simulasi konten. (ns/*red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.