Di Era Jokowi, Anak Muda Jalankan Pemerintahan di Lingkar Terdekat Kekuasaan

Yovie Wicaksono - 7 March 2019
Sharing Muda Kalimantan Selatan Sessions ‘Future Leader’s Talk’ Bersama Staf Muda Kantor Staf Presiden (KSP) di Banjarmasin, Rabu (6/3/2019). Foto : (Biro Pers Presiden)

SR, Banjarmasin – Era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kesempatan luas bagi generasi muda, termasuk dari kelompok usia milenial, untuk berperan aktif menjalankan roda pemerintahan, bahkan di lingkaran dalam terdekatnya.

Dalam Sharing muda Kalimantan Selatan Sessions ‘Future Leader’s Talk’ bersama staf muda Kantor Staf Presiden (KSP) di Banjarmasin, Rabu (6/3/2019), para tenaga ahli KSP dari kalangan milenial yakni Agung Hikmat, Syska Hutagalung dan Deswitha Arvinci Stiefi menjelaskan fungsi KSP sebagai lembaga yang bertugas menerjemahkan visi politik presiden.

“Misalnya saat Presiden Jokowi menyatakan tekadnya membangun Indonesia dari pinggiran, kita menjelaskan bagaimana konsepnya, mengawasi penyaluran dana desa dan transfer ke daerah,” papar Agung Hikmat.

Dengan kerja keras dan kerjasama banyak pihak, Kantor Staf Presiden pun melakukan melakukan inovasi. Hingga akhirnya tidak sedikit kebijakan dan peraturan presiden yang lahir dari kontribusi anak-anak muda ini. Di antara peraturan presiden terkini yang terbit atas andil mereka yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi.

Menurut Agung, saat ini merupakan era anak muda ‘menguasai’ berbagai sektor di Indonesia. “Lihat saja film-film keren yang banyak disukai penonton dan memenangkan berbagai penghargaan. Semuanya karya anak muda. Juga di bidang lain, terutama fintech dan industri rintisan digital atau start-up,” paparnya.

Bagi Agung, sukses harus didefinisikan sebagai ‘berdamai dengan diri sendiri’. “Jangan menganggap sukses semata dari gaji yang besar, tapi lebih kepada bagaimana kita menemukan misi hidup ini,” tegasnya.

Syska Hutagalung juga memotivasi anak-anak muda Banjarmasin untuk mencoba memberikan kontribusi bagi pembangunan dengan mulai dari membangun diri dan lingkungan terdekat. “Hal itu bisa dimulai dari hal sekecil apapun,” kata Syska.

Diskusi ini juga mengundang anak-anak muda lokal yang tak kalah keren. Mereka yakni President Young on Top Banjarmasin Arief Bimantara dan pendiri Rumah Kreatif-Pintar Banjarmasin pemenang Astra Awards 2016 Muhammad Aripin.

“Carilah ide sebagai solusi kreatif untuk memecahkan sebuah masalah,” kata Arief.

Sementara itu Bima memberi tips tiga hal untuk pengembangan diri. “Banyaklah membaca, bergaul dengan orang-orang positif, dan sering-seringlah melakukan ‘solo traveling’ sehingga kita menyadari potensi diri dan terbiasa mengambil keputusan,” pungkasnya.

Generasi milenial tak bisa dianggap remeh. Mereka bergerak dengan segala kesibukan, kreativitas dan produktivasnya. Menjadi entrepreneur, masuk korporasi atau terlibat di birokrasi sekalipun, milenial kita menunjukkan kapasitas dan kualitas yang membanggakan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.